Sabtu 29 Sep 2018 13:43 WIB

BRI Akuisisi Danareksa Sekuritas dan Danareksa IM

Akuisisi ini menambah jumlah anak perusahaan BRI menjadi tujuh anak usaha.

BRI
Foto: republika/wihdan hidayat
BRI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk resmi mengakuisisi saham Danareksa Sekuritas dan Danareksa Investment Management. Nilai akuisisi keduanya sebesar Rp 819 miliar.

Aksi korporasi itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat yang dilakukan antara Direktur Utama Bank BRI, Suprajarto dan Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Arief Budiman. PT Danareksa merupakan pemegang saham Danareksa Sekuritas dan Danareksa Investment Management.

Transaksi jual beli saham antara Bank BRI dan Danareksa (Persero) ini akan efektif setelah memenuhi persyaratan regulasi antara lain regulasi Otoritas Jasa Keuangan. Direktur Utama Bank BRI, Suprajarto mengatakan perjanjian jual beli saham itu meliputi 67 persen saham Danareksa Sekuritas senilai Rp 447 miliar dan 35 persen saham Danareksa Investment Management senilai Rp 372 Miliar.

Transaksi itu, lanjut dia, dilatarbelakangi oleh strategi jangka panjang Bank BRI dalam membangun bisnis jasa keuangan dengan menyediakan layanan yang terintegrasi. "Bank BRI terus berupaya melengkapi pelayanan dalam jasa keuangannya, agar dapat melayani berbagai macam kebutuhan nasabah dengan pelayanan yang lebih lengkap dan komprehensif," ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (29/9).

Saat ini, Bank BRI telah memiliki lima perusahaan anak yaitu BRI Syariah, BRI Agro, BRI Life, BRI Finance, dan BRI Remittance. "Penyertaan modal pada Danareksa Sekuritas dan Danareksa Investment Management, akan melengkapi layanan keuangan yang disediakan Bank BRI," katanya.

Suprajarto menilai pertumbuhan bisnis perusahaan efek dan perusahaan investasi diperkirakan cukup menjanjikan. Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan berbagai macam produk keuangan terutama bagi investor ritel, termasuk masyarakat kelas menengah dan meningkatnya kebutuhan segmen wholesale terhadap produk pasar modal. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement