Kamis 13 Sep 2018 15:51 WIB

Pertamina Tetapkan Dua Direktur Baru

Pergantian direksi adalah hal yang wajar terjadi di perusahaan.

Kantor Pusat Pertamina, ilustrasi
Kantor Pusat Pertamina, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) telah menetapkan dua direktur baru. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Pertamina menetapkan Pahala Nugraha sebagai Direktur Keuangan dan Ignatius Tallulembang sebagai Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia.

Berdasarkan keterangan dari Pertamina, Kamis (13/9), penetapan tersebut tertuang dalam Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-242/MBU/09/2018 tertanggal 13 September 2018 tentang Pemberhentian, Pengalihan Penugasan, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan PT Pertamina. RUPSLB  ini juga memberhentikan dengan hormat Gigih Prakoso dan Arief Budiman.

Arief Budiman menjabat sebagai Direktur Keuangan sejak 2014-2018. Selama menjabat sebagai Direktur Keuangan, Arief Budiman mencatat prestasi penting yang mengantarkan Pertamina mencapai kinerja keuangan terbaik pada 2015, meski industri migas dunia kala itu sedang mengalami penurunan.

Arief juga dinilai mampu membangun komunikasi efektif dengan investor dan pemegang obligasi Pertamina, serta telah memperkuat fondasi keuangan Pertamina yang solid sehingga mampu mencapai target-target yang ditetapkan.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, pemegang saham telah menggelar RUPSLB pada Kamis. SK pemberhentian Gigih Prakoso dan Arief Budiman telah diterima. Perusahaan menurut Adiatma, mengucapkan terima kasih atas kontribusinya dalam menjaga kinerja keuangan dan operasional Pertamina.

"Pergantian direksi adalah hal yang wajar terjadi di perusahaan, serta merupakan kewenangan pemegang saham. Surat Keputusannya sudah ditetapkan dalam RUPSLB, pejabat lama diberhentikan dengan hormat," ungkap Adiatma.

Jabatan Direktur Keuangan Pertamina akan dilanjutkan oleh Pahala Nugraha Mansury. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) ini sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk periode April 2017 - 2018.

Sebelumnya, peraih gelar MBA Finance dari Stern School of Business, New York University, Amerika Serikat, ini pernah bekerja sebagai senior consultant di Booz Allen Hamilton, dan Project Leader pada The Boston Consulting Group hingga 2003. Ia pernah meraih kualifikasi sebagai CFA Charterholder dari CFA Institute.

RUPS juga menetapkan Ignatius Tallulembang menjadi Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia. Ignatius memiliki pengalaman lebih dari 24 tahun di Pertamina. Beberapa karir yang pernah diembannya antara lain Vice President Refining Project Pertamina dan Komisaris PT Pertamina Lubricants.

RUPSLB juga mengalihkan penugasan Heru Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Megaproyek Petrokimia dan Pengolahan menjadi Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko, menggantikan Gigih Prakoso. Gigih Prakoso saat ini telah menjabat sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement