Rabu 12 Sep 2018 08:33 WIB

Di Balik Sukses Garuda Raih The World's Best Cabin Crew

Pelatihan yang diberikan terkait dengan etika dan prilaku awak kabin.

Direktur SDM & Umum Garuda Indonesia Linggarsari Suharso dan VP Learning and Development GITC Captain Martinus Kayadu di flight simulator GITC, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (10/9).
Direktur SDM & Umum Garuda Indonesia Linggarsari Suharso dan VP Learning and Development GITC Captain Martinus Kayadu di flight simulator GITC, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (10/9).

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhammad Fakhruddin/Wartawan Republika

Tidak banyak orang yang menduga di tengah pemukiman padat penduduk di Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat terdapat fasilitas canggih yang telah berkontribusi bagi penerbangan nasional. Jika dilihat sepintas dari luar gerbang, kompleks yang terlihat asri ini seperti perkantoran biasa pada umumnya, namun kalau menelisik ke dalam, pusat latihan yang dibangun sejak 1983 ini ternyata adalah kawah candara dimuka bagi anak negeri yang menjadi pilot dan pramugari andal.

Untuk melihat lebih dekat aktivitas di dalamnya, Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia Linggarsari Suharso mengajak Republika dan sejumlah awak media melihat langsung fasilitas di Garuda Indonesia Training Center (GITC) yang tidak dibuka untuk umum itu, Senin (10/9). Tidak hanya melihat tapi juga menjajal sejumlah modul training seperti dry drill, wet drill, dan flight simulator bersama pilot dan pramugari yang tengah berlatih di sana.

Flight simulator yang didesain seperti kokpit pesawat merupakan tempat pilot berlatih mengemudikan pesawat yang disimulasikan dalam berbagai kondisi penerbangan, seperti keadaan normal, upnormal, dan emergency. Calon pilot mengikuti training dari sejak masuk sampai menjadi pilot selama 5-6 bulan. "Mereka training di sini. Di samping itu, kalau mereka sudah terbang, mereka 6 bulan harus kembali lagi untuk recurrency training, minimum selama 2 hari," kata VP Learning and Development GITC Captain Martinus Kayadu. 

Flight simulator yang bergerak mengikuti kemudi pilot membuat kita yang ada di dalamnya seperti berada di dalam pesawat yang nyata. Layar yang berada di jendela kokpit memvisualisasikan panorama alam di depan pesawat, seperti landasan pacu saat take off dan landing, serta ketika pesawat tengah berada di udara. 

photo
Training pramugari

   

Selain pilot, pramugari juga dilatih di sini. Pelatihan yang diberikan terkait dengan etika dan prilaku awak kabin saat mereka berinteraksi dengan penumpang atau kepada siapapun. Mereka diajarkan bagaimana harus tersenyum ramah, terkesan ramah, dan bagaimana sikapnya itu harus sesuai dengan mimik wajahnya juga. "Latihan ini untuk membentuk prilaku mereka pada saat memberikan layanan, makanya disesuikan bagaimana mereka berdiri dan kapan mereka harus tersenyum," kata Instruktur Social Grace Class GITC Desmayanti.

Tidak hanya prilaku, bahkan untuk make up dan busana pramugari juga harus distandarkan. "Kalau mereka  menggunakan warna tosca, warna eyeshedow juga harus sesuai. Kalau misalnya scraft tidak rapih, itu pun harus kita sesuaikan," kata Damayanti. 

photo
Garuda Indonesia Training Center

Di pusat pelatihan ini, pramugari dan pilot juga berlatih bagimana menghadapi kondisi darurat sebagai salah satu persyaratan dimana awak kabin bertanggung jawab terhadap aspek keselamtan penumpang selama berada di pesawat. Kami pun berkesempatan untuk mengikuti simulasi bersama para pramugari di area mork up pesawat saat situasi pendaratan darurat di darat dan di laut. "Sehingga awak kabin kami, walaupun kita tidak pernah menginginkan hal ini terjadi di dalam operasional penerbangan tetapi paling tidak mereka sudah terlatih," kata Instruktur Safety GITC Magdalena YE. 

photo
Simulasi pendaratan darurat.

Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia Linggarsari Suharso mengatakan latihan ini terus dilakukan supaya masyarakat yakin bahwa faktor keselamatan adalah nomor satu. Dengan fasilitas dan instruktur yang mumpumi, kata Linggarsari, diharapkan pilot dan awak kabin selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Berkat kedisiplinan yang diajarkan kepada awak kabin dan awak cokpit itulah, Garuda Indonesia diganjar penghargaan The World's Best Cabin Crew Skytrax untuk kelima kalinya tahun ini.

Berita Lainnya

Rekomendasi