Ahad 15 Jul 2018 12:07 WIB

Bank Sentral Pakistan Naikkan Suku Bunga Acuan

Kenaikan suku bunga dilakukan saat defisit neraca berjalan Pakistan semakin membesar

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nidia Zuraya
Suku bunga bank (ilustrasi).
Foto: Wordpress.com
Suku bunga bank (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI -- Bank Sentral Pakistan telah menaikkan suku bunga acuan menjadi 7,5 persen dari sebelumnya 6,5 persen. Kenaikan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin ini terjadi di tengah tekanan ekonomi yang dipicu oleh pemilu di dalam negeri.

Gubernur Bank Sentral Pakistan Tariq Bajwa mengatakan, suku bunga acuan dinaikkan karena defisit neraca berjalan semakin besar. "Kita ingin menekan permintaan agregat," ujarnya, seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (14/7).

Kenaikan suku bunga acuan Pakistan sebelumnya telah diprediksi oleh sembilan ekonom dalam survei yang dilakukan Bloomberg. Kondisi ini merupakan yang terburuk dibanding saat krisis di tahun 2008 lalu.

Dengan agenda pemilu yang akan digelar pada 25 Juli mendatang, Pakistan diprediksi bakal meminta bantuan dari IMF, mengingat defisit neraca berjalannya semakin membesar dan cadangan devisanya semakin menipis.

Menteri Keuangan Pakistan Shamshad Akhtar menyebut negaranya tengah menghadapi tantangan ekonomi yang berat. Sejak Desember lalu, nilai tukar mata uang Pakistan telah turun sebesar 15 persen.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Bloomberg, harga-harga barang konsumsi meningkat 5,2 persen pada Juni. Kenaikan tersebut tercatat yang paling tinggi sejak Januari 2016.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement