Senin 09 Jul 2018 05:50 WIB

Gelar Rapat Kabinet Hari Ini, Jokowi Bahas Isu Perang Dagang

AS sedang melancarkan perang dagang dengan Cina dan negara Uni Eropa

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nidia Zuraya
Perang dagang AS dengan Cina
Foto: republika
Perang dagang AS dengan Cina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para menteri Kabinet Bekerja akan menggelar rapat terbatas di Istana Presiden, Senin (9/7). Salah satu bahasannya adalah mengenai perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina.

"Belum bisa menjelaskan, tapi kami sudah membahas kepentingan beberapa kementerian yang langsung terkait," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai melakukan Rapat Koordinasi di Kemenko Bidang Perekonomian, Ahad (8/7) malam.

Baca juga, Bank Sentral Dunia: Perang Dagang Membuat Ekonomi Suram

Rakor yang digelar sejak pukul 15.00 WIB ini dihadiri Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menko Maritim Luhut Panjaitan, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemardi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menko Perekonomian Darmin Nasution dan beberapa pejabat eselon satu atau yang mewakili.

Pembahasan rapat juga termasuk bagaimana antisipasi yang akan dilakukan. Namun Darmin belum bisa menjelaskan substansinya karena menunggu hasil rapat kabinet esok.

Sementara itu, terkait penyelenggaraan rakor pada Ahad, Darmin menegaskan bukan lantaran isu yang genting. "Bukan, memang maunya rapat hari Senin waktu itu, waktu rapat awal. Ada yang usulkan hari Senin. Presiden bilang setuju. Kalau begitu, kami rapatnya kapan? Ya hari Minggu," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Enggartiasto membenarkan bahwa rapat di kantor Kemenko Perekonomian membahas persiapan rapat kabinet terbatas. Ia mengungkapkan salah satu isu yang dibahas adalah mengenai ekspor dan impor.

Sebelumnya, perang dagang antara Amerika Serikat dan negara-negara ekonomi utama lain makin mengemuka setelah Pemerintah AS pada Jumat (6/7) mulai mengenakan tarif bea masuk baru pada impor produk Cina senilai 34 miliar dolar AS.

Trump menganggap Cina menggunakan praktik perdagangan yang "tidak adil" untuk mendapatkan keuntungan atas AS, misalnya menyangkut hukum kekayaan intelektual.

Trump juga menyoroti defisit perdagangan AS dengan Cina. Menurut data Biro Sensus AS, defisit perdagangan AS terhadap Cina mencapai 376 miliar dolar AS.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement