Selasa 26 Jun 2018 07:44 WIB

Gojek Targetkan Ekspansi Asia Tenggara Akhir 2018

Mekanisme ekspansi akan segera diumumkan tahun ini.

Layanan ojek berbasis aplikasi, Gojek (ilustrasi).
Foto: Republika/Yasin Habibi
Layanan ojek berbasis aplikasi, Gojek (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi daring Gojek, menargetkan sudah bisa berekspansi atau mengembangkan jaringannya ke Asia Tenggara, seperti Filipina, Thailand, Vietnam dan Singapura pada akhir 2018. "Kami sudah menyiapkan infrastrukturnya, saat ini hanya tinggal mengembangkan saja. Rencana kami target sampai akhir tahun ini sudah bisa ekspansi ke beberapa negara tersebut," kata SVP Public Policy and Government Relations Gojek Indonesia, Malikulkusno Utomo di Surabaya, Senin (25/6).

Malikulkusno yang ditemui usai kegiatan halal bihalal dengan ratusan mitra Gojek di pelataran Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya mengatakan mekanisme ekspansi akan segera diumumkan tahun ini. Salah satunya bisa dengan mengajak pemegang kebijakan transportasi lokal negara setempat.

Selain itu, kata dia, produk nama juga akan diumumkan segera, apakah tetap menggunakan nama Gojek atau berubah sesuai dengan nama masing-masing negara yang menjadi tujuan kerja sama. "Ini masih kami susun formulasinya. Dan tidak akan lama lagi ekspansi akan kami lakukan ke beberapa negara Asia Tenggara," katanya.

Sedangkan untuk Indonesia, Malikulkusno mengatakan sampai akhir 2018 akan mengembangkan hingga 34 provinsi. Hingga saat ini Gojek sudah berada di 62 kota 17 provinsi.

"Insya Allah tahun ini kami akan mengembangkan ke 34 provinsi. Tentunya dengan melihat potensi transportasi lokal. Tujuannya mengembangkan ekonomi daerah," katanya.

photo
Pengemudi Gojek sedang membuka aplikasi ponsel.

Acara halal bihalal yang dipusatkan di Surabaya, digelar sebagai penghargaan kepada mitra Gojek di kota itu. Hadirnya transportasi berbasis daring telah memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Surabaya, baik para pengguna maupun para mitra yang telah terbantu dengan hadirnya berbagai layanan aplikasi.

Ia mengatakan, sesuai penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) akhir 2017, Gojek berkontribusi sebesar Rp 192 miliar per tahun ke perekonomian Surabaya melalui penghasilan mitra pengemudi, dan Rp 49 miliar per tahun melalui penghasilan mitra UMKM.

"Pencapaian ini tidak terlepas dari para mitra yang telah tumbuh bersama kami dalam membawa misi untuk terus berbagi kebaikan dan manfaat bagi masyarakat Indonesia," katanya.

Ia berharap, Gojek bisa terus membantu sektor informal dan UMKM di Indonesia, berkomitmen meningkatkan perekonomian di setiap kota yang dituju, dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk dapat mewujudkannya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement