Ahad 24 Jun 2018 09:03 WIB

Restoran Cina Bangkrut Setelah Buat Promosi Makan Sepuasnya

Restoran Jiamener bangkrut hanya dalam waktu dua pekan sejak buka.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nur Aini
sajian hot pot, ilustrasi
Foto: IG Koeno Koeni
sajian hot pot, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, CHENGDU -- Restoran Jiamener di Chengdu, Cina, bangkrut setelah menghadirkan promosi makan sepuasnya alias "all you can eat". Pasalnya, gerai yang menyediakan sajian hot pot itu diserbu pelanggan yang makan terlalu banyak.

Jiamener yang baru dibuka Desember 2017 memulai promosi makan sepuasnya mulai 1 Juni 2018. Dengan membayar 120 yuan atau sekitar Rp 260 ribu, pelanggan akan mendapat kartu anggota dan bebas makan sepuasnya selama sebulan.

Promosi itu segera diserbu pelanggan karena sajian hot pot yang sangat disukai. Hot pot adalah hidangan berkuah khas Cina yang biasanya berisi daging, sayuran, makanan laut, tahu, dan kentang.

Popularitas Jiamener membuat gerai tersebut melayani lebih dari 500 pelanggan sehari untuk bersantap sepuasnya. Bahkan, sebagian tamu datang pukul delapan pagi dan masih belum beranjak hingga malam.

Hanya dua pekan setelah promosi diberlakukan, restoran mengalami kebangkrutan. Permintaan berlebihan itu membuat mereka berutang hingga 500 ribu yuan (Rp 1,084 miliar) sehingga restoran terpaksa ditutup.

Sejak penutupan restoran, para konsumen di media sosial mengkritik bahwa promosi yang dihadirkan bukanlah ide bagus. Namun, para pemilik bersikeras menyatakan tidak menyalahkan pelanggan dan sadar mereka akan kehilangan banyak uang.

"Ini bukan karena selera makan tinggi para pengunjung, masalah utamanya adalah manajemen kami yang buruk," kata Su Jie, salah satu pemilik Jiamener, dikutip dari laman Independent.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement