Sabtu 26 May 2018 14:32 WIB

Inalum Cetak Laba Bersih Rp 1,5 Triliun

Sejak 27 November 2017, Inalum telah menjadi induk holding BUMN pertambangan

Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin (baju batik) bersama seluruh direktur PT Antam, PT Timah, PT Bukit Asam resmi menjadi holding tambang setelah melakulan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (29/11).
Foto: Republika/Rahayu Subekti
Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin (baju batik) bersama seluruh direktur PT Antam, PT Timah, PT Bukit Asam resmi menjadi holding tambang setelah melakulan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (29/11).

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) pada tahun 2017 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,5 triliun atau 60 persen diatas Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2017 sekitar Rp 0,9 triliun.

"Tentunya hal tersebut cukup menggembirakan dan kedepannya diharapkan dapat lebih meningkat," kata Direktur Pengembangan Bisnis merangkap Direktur Pelaksana PT Inalum, Oggy Achmad Kosasih di Medan, Sabtu (26/5).

Sementara dari sisi produksi, kata dia, PT Inalum selama tahun 2017 mampu memproduksi alumunium batangan (ingot) sebanyak 215.192 ton dan produk diversifikasi (billet dan alloy) sebanyak 3.625 ton. Selama periode Januari sampai dengan April 2018, Inalum mampu memproduksi 73.315 ton ingot atau 41,3 persen dari target RKAP tahun 2018 yaitu sebanyak 177.620 ton dan produksi billet dan alloy 5.372 ton atau 9,3 persen dari target RKAP tahun 2018 yaitu sebanyak 57.470 ton.

Dari sisi penjualan, pada tahun 2017 PT. Inalum telah menjual 205.980 ton alumunium batangan atau ingot dan 1.296 ton produk diversifikasi berupa billet dan alloy. Sedangkan selama periode Januari sampai April 2018, Inalum telah menjual 58.661 ton ingot atau 33 persen dari target RKAP tahun 2018 sebanyak 177.620 ton dan 3.706 ton produk billet serta alloy atau 6,4 persen dari target RKAP 2018 sebanyak 57.470 ton.

Sejak 27 November 2017, PT Inalum telah menjadi induk holding industri pertambangan yang beranggotakan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan 9,36 persen saham PT Freeport, sehingga Inalum dituntut untuk terus berkomitmen dalam membangun negara.

Saat ini wilayah operasi PT Inalum tidak hanya berada di Kuala Tanjung dan Paritohan Sumatera Utara, namun meluas hingga ke pelosok negeri yang melingkupi wilayah operasi PT Antam di Pomala (Sulawesi Tenggara), Halmahera Timur (Maluku), Pongkor (Jawa Barat) dan Sanggau (Kalimantan Barat).

Serta wilayah operasi PT Bukit Asam di Tanjung Enim Sumatera Selatan, wilayah operasi PT Timah di Pulau Kundur, Karimun, Bangka Belitung, Banjarmasin, dan Cilegon serta wilayah operasi PT Freeport di Tembagapura, Papua.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement