Rabu 23 May 2018 05:15 WIB

Misbakhun: Pensiun, Agus Marto Wariskan Kurs Rp 14.200

Agus Marto dinilai memiliki catatan tersendiri.

BI Naikkan Suku Bunga Acuan. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menggelar konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (17/5).
Foto: Republika/ Wihdan
BI Naikkan Suku Bunga Acuan. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menggelar konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (17/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo akan memasuki pensiun pada hari ini Rabu (23/5) dengan mewariskan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dekati Rp14.200. Demikian disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhammad Misbakhun pada rapat kerja Komisi XI dengan Bank Indonesia, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa.

Menurut Misbakhun, ia patut menyampaikan catatan kritis perihal perjalanan nilai tukar rupiah selama lima tahun terakhir, karena pada saat Agus Martowardojo dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia, pada Mei 2013, nilai tukar rupiah terhadap Rp9.700 dolar AS.

Namun lima tahun kemudian, kata dia, pada saat Agus Martowardojo akan memasuki pensiun nilai tukar rupiah terhadap sudah mencapai Rp14.200 dolar AS. "Selama lima tahun Pak Agus Marto memimpin Bank Indonesia sejak Mei 2013, memiliki catatan tersendiri bagi perjalanan nilai tukar rupiah. Ini akan menjadi catatan sejarah," Misbakhun.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, pada akhir masa jabatannya Agus Martowardojo telah mewariskan legacy kepada bangsa Indonesia yakni nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada angka Rp14.200. "Angka ini akan dicatat oleh bangsa dan negara," kata Misbakhun

Rapat kerja antara Komisi XI DPR RI dengan Bank Indonesia, membahas pelaporan capaian hasil kerja Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo selama lima tahun, pada 2013-2018.

Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan itu menegaskan, selisih nilai tukar dan perjalanan rupiah belakangan ini harus menjadi catatan bagi Gubernur Bank Indonesia yang baru pengganti Agus Martowardojo.

"Harus ada solusi konkret untuk menguatkan nilai tukar rupiah. Angka Rp14.200 ini akan menjadi catatan baru bagi bangsa Indonesia," katanya.

Menurut Misbakhun, nilai tukar rupiah Rp14.200, akan dibawa kemana? "Apakah Pemerintah akan melakukan redominasi atau akan menurunkannya melalui mekanisme yang ada?" kata Misbakhun.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur II ini menambahkan, cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2018 adalah 124,9 miliar dolar AS. Saat ini, cadangan devisa turun menjadi 105,2 miliar dolar AS karena ada operasi moneter ketika kurs dolar memasuki angka Rp14.000.

Misbakhun pun mempertanyakan efektivitas operasi moneter yang dilakukan Bank Indonesia.Padahal, kata dia, Bank Indonesia saat ini tidak hanya memiliki undang-undang tersendiri, tetapi juga diperkuat dengan UU Transfer Dana dan UU Devisa Bebas.

Misbakhun mengkritisi fundamental ekonomi Indonesia yang kuat seharusnya tak terlalu terpengaruh oleh gejolak nilai tukar mata uang di mancanegara. "Gubernur Bank Indonesia mendatang harus memiliki strategi jangka panjang untuk membangun bank sentral yang baik," katanya.

Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan BI 7-days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,5 persen. Keputusan tersebut telah melalui pembahasan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 16-17 Mei 2018.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, RDG BI memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen. Keputusan tersebut berlaku efektif sejak 18 Mei 2018.

"Kebijakan tersebut ditempuh sebagai bagian dari bauran kebijakan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas perekonomian di tengah berlanjutnya peningkatan ketidakpastian pasar keuangan dunia dan penurunan likuiditas global," ujarnya dalam konferensi pers di gedung BI, Jakarta, Kamis (17/5).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement