Ahad 20 May 2018 15:54 WIB

Harga Telur Ayam Merangkak Naik di Purwokerto

Harga ayam potong juga bertahan tinggi.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Teguh Firmansyah
Telur ayam negeri (Ilustrasi)
Foto: REPUBLIKA/Wihdan
Telur ayam negeri (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Harga kebutuhan pokok masyarakat berangsur naik. Berdasarkan pengamatan di sejumlah pasar tradisional, kenaikan harga paling mencolok terjadi pada komoditi telur ayam. Sejumlah pedagang menjual telur dengan kisaran harga Rp 26 ribu per kg.

"Sejak awal Ramadhan harga telur mulai naik dari Rp 23 ribu per kg sampai sekarang menjadi Rp 26 ribu per kg," jelas Daryati (38), pedagang di Pasar Wage Purwokerto, Ahad (20/5).

Dia memperkirakan, harga telur akan terus naik hingga menjelang lebaran, mengingat kebutuhan masyarakat akan terus meningkat. Bukan hanya digunakan untuk kebutuhan lauk makan, melainkan juga untuk bahan baku membuat kue.

Sedangkan untuk daging ayam potong, sejak menjelang puasa hingga saat ini masih bertahan tinggi. Di los pedagang daging ayam Pasar Manis Purwokerto, daging ayam potong dijual seharga Rp 34 ribu per kg.

Kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok juga berlangsung di Pasar Segamas Purbalinggga. Harga telur ayam ras dan daging, dijual pedagang dengan harga yang relatif sama dengan harga di pasar wilayah Kabupaten Banyumas.

Bahkan untuk beberapa harga bumbu-bumbuan, tercatat mengalami lonjakan harga cukup tinggi.

Kabid perdagangan pada Dinas perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Purbalingga, Johan Arifin, menyebutkan kenaikan harga antara lain terjadi pada cabai, bawang merah dan bawang putih.

"Harga cabai besar keriting naik dari Rp 23 ribu per kg menjadi Rp 24 ribu per kg, Bawang Merah naik dari Rp 31 ribu menjadi Rp 32.500, serta bawang putih naik dari Rp 23 ribu menjadi Rp 24.500," jelasnya.

Menurutnya, kenaikan harga beberapa jenis kebutuhan masyarakat terjadi karena pada terjadi peningkatan permintaan selama sejak awal Ramadhan. Sementara untuk pasokan, dinilai tidak ada penambahan pasokan. "Namun kami menilai kenaikannya masih rasional. Belum berlebihan," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement