Rabu 18 Apr 2018 15:19 WIB

Cina Jadi Pembeli Terbesar Barang-Barang Vietnam

Pembelian Cina melebih AS yang sudah menjadi pasar utama Vietnam selama 15 tahun.

Ilustrasi - Hubungan ASEAN dan Cina.
Foto: centerforsecuritypolicy.org
Ilustrasi - Hubungan ASEAN dan Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, VIETNAM -- Cina menjadi importir utama barang-barang Vietnam pada tahun lalu. Cina menggeser posisi AS yang telah menjadi pembeli teratas barang-barang Vietnam selama 15 tahun. Demikian disampaikan Dana Moneter Internasional (IMF), seperti dilansir di Bloomberg, Rabu (18/4).

Pengiriman Vietnam ke Cina melonjak 33,5 persen pada kuartal pertama dari tahun lalu, dibandingkan dengan 20 persen ke AS. Vietnam mengandalkan AS untuk mengimbangi ketergantungannya pada Cina, tetangga yang dominan dan ancaman geopolitik di kawasan itu.

Tetapi dengan Presiden AS Donald Trump yang beralih ke dalam dengan mengadopsi kebijakan proteksionis perdagangan, Cina sedang mengisi kesenjangan dengan lebih banyak perdagangan dan investasi di Asia Tenggara.

"Pusat perdagangan untuk Asia telah jelas bergeser ke Cina dari AS," kata Eugenia Victorino, seorang ekonom di Grup Perbankan Australia dan Selandia Baru di Singapura.

"Proteksionisme perdagangan tidak membantu dan negara-negara Asia akan semakin menyadari bahwa ketika datang untuk berdagang, Cina kini menekan bobot."

Cina telah menggantikan AS selama dekade terakhir sebagai pasar ekspor teratas bagi banyak negara Asia, termasuk Jepang, Korea Selatan, Thailand, Indonesia, dan Filipina.

India adalah salah satu dari sedikit negara di kawasan itu yang masih menganggap Amerika sebagai pasar barang yang lebih besar daripada Cina.

Ekspor Vietnam ke Cina melonjak sekitar 15 kali menjadi 50,6 miliar dolar AS dalam satu dekade hingga 2017. Sementara ekspor ke AS meningkat empat kali lipat ke AS menjadi 46,5 miliar dolar AS.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement