Rabu 11 Apr 2018 22:20 WIB

Prudential Bayarkan Klaim Asuransi Rp 12,3 Triliun pada 2017

Perusahaan mencatat total aset sebesar Rp 81,7 triliun.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Teguh Firmansyah
Pertumbuhan Asurasi Syariah. Petugas melayani nasabah di kantor layanan Asuransi Prudential Syariah, Jakarta, Rabu (14/3).
Foto: Republika/ Wihdan
Pertumbuhan Asurasi Syariah. Petugas melayani nasabah di kantor layanan Asuransi Prudential Syariah, Jakarta, Rabu (14/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencatat total pembayaran klaim asuransi sepanjang 2017 sebanyak Rp 12,3 triliun. Angka itu tumbuh sebesar 24 persen.

Perusahaan juga mencatat total aset sebesar Rp 81,7 triliun 2017. Bahkan Prudential Indonesia meraih pendapatan total premi tertinggi di industri sebesar Rp 26,8 triliun serta dana kelolaan sebesar Rp73,4 triliun pada tahun lalu.

Di bisnis asuransi syariah, Prudential membukukan pendapatan kontribusi bruto sebesar Rp 3,4 triliun dan juga aset sebesar Rp 9,9 triliun di 2017.

Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch menjelaskan, kinerja keuangan yang kuat di 2017 mencerminkan besarnya dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh nasabah serta pemangku kepentingan lainnya.

 

"Hal inilah yang memperkokoh posisi kami sebagai perusahaan asuransi terdepan di Indonesia. Kami melihat kuatnya permintaan nasabah akan produk perlindungan jiwa, dan khususnya perlindungan kesehatan dan penyakit kritis," ujarnya lewat siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu, (11/4).

Ia pun menyatakan, seluruh dana PRUlink Prudential Indonesia menunjukkan hasil positif tahun lalu. Hasil tersebut, kata dia, merupakan salah satu top performer bila dibandingkan dengan dana-dana saingan di kategorinya masing-masing.

Hasil ini juga menunjukkan masih besarnya potensi pertumbuhan pasar asuransi jiwa di Indonesia. "Dengan segmen kelas menengah diprediksi tumbuh menjadi 140 juta jiwa di 2020," kata Reisch.

Dengan menempatkan nasabah sebagai fokus utama dalam menyusun strategi, ia menjelaskan, Prudential Indonesia akan terus memperkuat kemampuan dalam memenuhi kebutuhan perlindungan keuangan jangka panjang masyarakat. Termasuk juga memperkecil kesenjangan perlindungan di Indonesia.

Prudential Indonesia terus mengembangkan jalur-jalur distribusinya lewat jaringan tenaga pemasar dan bank-bank rekanan untuk menjangkau nasabahnya. Saat ini Prudential tercatat memiliki jaringan tenaga pemasar terbesar di industri dengan total tenaga pemasar sebanyak lebih dari 277 ribu orang per akhir 2017.

Prudential Indonesia optimis terhadap potensi pasar asuransi jiwa di Indonesia dimana penetrasi asuransi masih berada di posisi yang sangat rendah di bawah 2 persen dari Produk Domestik Bruto. Menanggapi hal ini, Prudential Indonesia akan meningkatkan inovasi produk dan layanannya untuk memenuhi kebutuhan perlindungan jiwa dan keuangan nasabah yang terus meningkat.

 

Sejumlah inovasi pun telah dihadirkan tahun lalu, di antaranya PRUmedical network.  Inovasi itu merupakan jaringan rumah sakit rekanan perusahaan yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah Prudential Indonesia dalam mendapatkan perlindungan rawat inap.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement