Jumat 16 Mar 2018 04:08 WIB

Mengenal Nematoda, Musuh Besar Petani Bawang

Nematoda berpotensi menyebabkan kerusakan total pada satu kelompok tanaman.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Andi Nur Aminah
Bibit bawang putih impor yang mengandung nematoda, penyakit yang berbahaya bagi tanaman khususnya bawang putih.
Foto: Republika/Melisa Riska Putri
Bibit bawang putih impor yang mengandung nematoda, penyakit yang berbahaya bagi tanaman khususnya bawang putih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak ada yang lebih ditakutkan oleh penanam bawang putih selain nematoda Ditylenchus dipsaci. Sekali ia muncul, nematoda ini bisa bertahan di bibit, sisa-sisa tanaman hingga tanah selama beberapa tahun. Penyakit tanaman ini berpotensi menyebabkan kerusakan total pada satu kelompok tanaman. .

Pada 2010, nematoda Ditylenchus dipsaci pernah menyebabkan petani di New York State dan Ontario, Kanada, mengalami kerugian besar. Mereka harus kehilangan sekitar 80 persen tanaman bawang putih dari keseluruhan area penanaman bawang putih akibat nematoda Ditylenchus dipsaci.

Nematoda Ditylenchus dipsaci memiliki bentuk yang menyerupai cacing dengan panjang kurang dari 1,5 mm. Nematoda ini sebenarnya tidak bisa bergerak sendiri terlalu jauh. Namun ia dapat menyebar melalui biji maupun material tanaman yang terinfeksi, irigasi air hingga peralatan yang terkontaminasi.

Masalah utama dari nematoda Ditylenchus dipsaci adalah ia dapat bertahan pada kondisi tanah yang hampir kering selama beberapa tahun. Hal ini membuat infestasi menjadi masalah jangka panjang dalam penanaman bawang putih, terlebih jenis organik.

Infestasi nematoda Ditylenchus dipsaci pada bawang putih bisa dikenali dengan beberapa tanda. Salah satunya, pertumbuhan bawang putih terlihat kerdil, menguning dan daun rontok, serta defoliasi dini. Dengan reproduksi nematoda yang terus berlanjut, kerusakan pada umbi dapat semakin hebat saat bawang putih berada di dalam tempat penyimpanan.

Seperti dilansir High Mowing Seeds, cara pengontrolan yang paling efektif adalah mencegah introduksi nematoda Ditylenchus dipsaci terhadap area produksi. Hal penting lainnya adalah memilih bibit bawang putih yang bebas dari Ditylenchus dipsaci. "Jangan menanam ulang bawang putih dari area yang terinfestasi," ungkap High Mowing Seeds dalam laman resmi mereka.

Sanitasi juga menjadi kunci penting untuk mencegah introduksi nematoda Ditylenchus dipsaci. Sanitasi ini meliputi berbagai aspek yang terlibat dalam penanaman bawang putih, termasuk sanitasi peralatan dan lahan.

Sebuah literatur juga menunjukkan bahwa terapi air panas dapat mengurangi populasi nematoda pada bibit bawang putih. Temperatur air yang disarankan adalah 100 hingga 120 derajat Fahrenheit, namun tidak melebihi 122 derajat Fahrenheit karena dapat melukai jaringan bawang putih.

Spesialis ekstensi crop Steven B Johnson dan ahli ekstensi David Fuller dari University of Maine mengungkapkan bahwa nematoda ini merupakan hama jangka panjang dan dapat menyebar dengan cepat dari stok bibit yang tampak bersih. Untuk itu perlu dilakukan tiga pendekatan sebelum menanam bawang putih agar terhindar dari nematoda Ditylenchus dipsaci.

Pendekatan pertama, yang harus dilakukan adalah melakukan pengetesan terhadap tanah dan bibit yang akan ditanam. Pendekatan kedua, adalah menanam bibit yang terbukti bersih dan bebas dari nematoda. Lalu tahap ketiga, adalah membersihkan segala peralatan yang digunakan untuk menanam bawang putih dengan baik.

Johnson dan Fuller menekankan bahwa nematoda Ditylenchus dipsaci merupakan masalah serius yang berimplikasi besar. Di Maine, nematoda Ditylenchus dipsaci menyebabkan kerugian ekonomi dan tantangan bagi para penanam bawang putih.

"Dengan mempelajari tentang hama dan bagaimana ia menyebar, penanam dan pembeli bawang putih dapat mengambil aksi untuk mengurangi efeknya dan memperlambat penyebarannya," terang Johnson dan Fuller melalui Cooperative Extension Publications dari University of Maine. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement