Ahad 04 Mar 2018 12:50 WIB

Trump akan Terapkan Pajak Impor Mobil dari Eropa

Tarif impor mobil dikenakan jika Eropa menentang tarif impor baja dan alumunium.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Dwi Murdaningsih
Volkswagen
Foto: EPA/Ole Spata
Volkswagen

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus menekan sejumlah negara mitra dagang AS. Dia mengancam akan menerapkan pajak impor kepada produsen mobil Eropa, jika Eropa menentang tarif impor baja dan alumunium.

Dalam Twitter pribadinya, Trump menyatakan, dia akan melakukan apapun untuk kepentingan bisnis AS. Hal ini menunjukkan bahwa AS siap mengibarkan bendera perang dengan negara-negara mitra dagangnya.

AS Kenakan Tarif Impor Baja dan Aluminium

"Jika Eropa ingin meningkatkan tarif dan hambatan mereka pada perusahaan AS yang melakukan bisnis disana, kami akan menerapkan pajak atas mobil mereka yang secara bebas telah masuk ke AS. Mereka telah membuat produsen mobil kami tidak bisa berjualan disana, ini adalah ketidakseimbangan perdagangan yang besar!" tulis Trump dalam akun Twitter pribadinya.

Seperti dilaporkan Reuters, Ahad (4/3), AS mengenakan tarif 2,5 persen untuk mobil yang dirakit di Eropa. Selain itu, AS juga menerapkan tarif 25 persen untuk mobil van dan truk pickup Eropa yang diekspor ke Negeri Paman Sam tersebut. Sementara, Eropa memberlakukan tarif 10 persen untuk mobil buatan AS.

Dalam sebuah acara penggalangan dana di Florida, Trump melayangkan kritik terhadap Eropa. Dia menilai, Eropa akan mengalahkan AS dalam perdagangan.

"Uni Eropa, mereka telah brutal terhadap kami. Mereka telah bergabung untuk mengalahkan AS dalam perdagangan," ujar Trump.

Sementara itu, dalam sebuah pidato di Universitas Harvard, Komisaris Eropa untuk Persaingan Margrethe Vestagar mengatakan, Uni Eropa akan menanggapi kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden Trump. Hal ini bertujuan untuk melindungi industri di Eropa dan sistem perdagangan dunia. Adapun menurut Vestagar, tindakan Trump ini dapat merusak sistem perdagangan global.

"Satu sisi memang tindakan proteksionisme, tindakan ini bukan hanya memberikan dampak yang menyakitkan terhadap pasar tenaga kerja tapi juga keseluruhan sistem peraturan yang membuat ekonomi global kita bekerja," kata Vestagar.

Sejumlah perusahaan pembuat mobil asal Jerman seperti Volkswagen, Daimler, dan BMW telah membangun sejumlah pabrik di AS. Bahkan, BMW mempekarjakan lebih dari 9000 pekerja di South Carolina dan merupakan salah satu perusahaan terbesar di negara bagian tersebut.

Diketahui, AS menyumbang sekitar 15 persen penjualan Mercedes-Benz dan BMW di seluruh dunia, 5 persen dari penjualan merek Volkswagen, dan 12 persen penjualan Audi. Berdasarkan data pemerintah, AS mengalami defisit perdagangan di sektor otomotif dengan Eropa dan Inggris sebesar 7 miliar dolar AS.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement