Sabtu 03 Mar 2018 09:05 WIB

Gross Premi Bancassurance BNI Life Rp 4,2 Triliuun

Kontribusi bancassurance di gross premi mencapai 74 persen.

Logo BNI Life
Foto: the-marketeers.com
Logo BNI Life

REPUBLIKA.CO.ID, Bali – Kinerja asuransi PT BNI Life Insurance (BNI Life) pada akhir 2017 membukukan pertumbuhan laba bersih, yang telah diaudit, 104 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 375 miliar. 

Plt Direktur Utama PT BNI Life Insurance Geger N Maulana berdasarkan rilis mengatakan, pertumbuhan gross premi audited tahun lalu sebesar Rp 5,7 triliun, mengalami kenaikan 20 persen dibanding 2016. 

"Kontribusi bancassurance di gross premi sekitar 74 persen atau sebesar Rp 4,2 triliun, yang mengalami peningkatan 25 persen dari 2016," kata dia di Bali, Jumat (2/3) malam.

Dia menjelaskan, kontribusi ini berasal dari channel in branch 80,6 persen, worksite 1,5 persen, telemarketing 11,2 persen, credit life 6,6 persen, dan bundling 0,1 persen. 

Menurut Geger, kegiatan 'Kick Off Sales Bancassurance' ini merupakan apresiasi manajemen kepada segenap sales bancassurance atas kontribusi target yang telah diberikan kepada BNI Life. 

Dia menambahkan, pada 2017 jumlah outlet bancassurance yang ditempatkan di seluruh kantor cabang BNI mencapai 1.378 unit dan untuk tenaga pemasar bancassurance 1.914 orang. 

Sekedar informasi, BNI Life merupakan perusahaan asuransi jiwa yang menyediakan berbagai produk asuransi, seperti asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, investasi, pensiun dan syariah. 

Pendirian BNI Life sejalan dengan kebutuhan perusahaan induknya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, untuk menyediakan layanan dan jasa keuangan terpadu bagi semua nasabahnya (BNI Financial Service Group). 

Terhitung sejak 9 Mei 2014, BNI Life telah menjadi perusahaan asuransi jiwa joint venture, di mana BNI tetap menjadi pemegang saham pengendali sebesar 60 persen dan Sumitomo Life Insurance Company memiliki 40 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement