Kamis 01 Mar 2018 10:32 WIB

Soal Kecelakaan, Waskita: Jumlah Pekerja Konstruksi Kurang

Waskita evaluasi jumlah pekerja konstruksi.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Teguh Firmansyah
PT Waskita Karya dan Perwakilan Kemeterian PUPR menggelar konferensi pers terkait kecelakaan konstruksi di Tol Becakayu, Selasa (20/2)
Foto: Umi Nur Fadhilah/Republika
PT Waskita Karya dan Perwakilan Kemeterian PUPR menggelar konferensi pers terkait kecelakaan konstruksi di Tol Becakayu, Selasa (20/2)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur mengalami kecelakaan kerja. Terakhir kali proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang tengah digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengalami kecelakaan kerja dan menyebabkan tujuh orang luka-luka.

Direktur Utama Waskita Karya M Choliq menyadari adanya kesalahan kekurangan pekerja konstruksi sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja.  "Jumlah sumber daya manusia (SDM) juga harus ditambah. Ini salah satu kesalahan, baru disadari setelah kejadian itu (kecelakaan kerja) terjadi," kata Choliq di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), R), kemarin.

Choliq menegaskan, saat ini Waskita juga sedang mengevaluasi berapa jumlah pekerja yang optimal dimiliki saat ini. Tentunya jumlah tersebut disesuaikan dengan total proyek yang tengah ditangani Waskita saat ini dan mengkaji kembali kemampuannya.

Choliq mengakui nilai proyek dalam tiga tahun terakhir ada pertumbuhan signifikan.

"Dalam tiga tahun lalu produksi Waskita pertahunnya hanya mencapai Rp 10 triliun sampai Rp 15 triliun setiap tahunnya. Tetapi mulai 2017 produksi kita bisa mencapai Rp 45 triliun," ujar Choliq.

Untuk itu, ada kenaikan ukuran produksi yang cukup tinggi namun hal tersebut tidak disesuaikan dengan jumlah pekerja yang tidak sesuai.

 

Kenaikan nilai produksi setiap tahunnya baik sampai 100 persen, namun menurut Choliq pertambahan tenaga kerja jauh lebih rendah hanya sekitar 20 sampai 30 persen.

Selain mengkaji kembali jumlah optimal proyek dan pekerja yang dibutuhkan, Choliq menegaskan pihaknya juga akan berupaya mengevaluasi dari sisi lain. "Kenaikan produksi yang semakin tinggi, tentu harus diikuti menagemen keselamatan dan kesehatan kerja yang lebih canggih," jelas Choliq.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement