Jumat 23 Feb 2018 19:14 WIB

Garap Hunian DP Nol Rupiah, Totalindo Diminta Bayar Rp 34 M

Proyek rumah DP Nol Rupiah menggunakan skema Kerja Sama Operasi (KSO).

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
PT Totalindo Eka Persada Tbk menggelar konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, (23/2).
Foto: Republika/Iit Septyaningsih
PT Totalindo Eka Persada Tbk menggelar konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, (23/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Totalindo Eka Persada Tbk kini resmi ikut menggarap Hunian dengan uang muka atau Down Payment (DP)) Rp 0 Klapa Vilage, di Jakarta Timur. Proyek itu dikerjakan bersama PD Sarana Jaya menggunakan skema Kerja Sama Operasi (KSO).

Untuk menggarap proyek itu, Totalindo harus mengeluarkan dana Rp 34 miliar untuk melunasi utang dari KSO sebelumnya kepada Bank DKI. KSO sebelumnya yakni antara Sarana Jaya dan PT Gemilang Usaha Terbilang (GUT).

"Kami juga harus mengeluarkan uang Rp 9 miliar karena sudah laku 109 unit sebelumnya," ujar Donald. Ia menyebutkan, Totalindo tidak hanya menggarap satu tower untuk hunian DP Rp 0 di lahan itu, melainkan tiga tower lainnya namun bersifat komersial. Selanjutnya, pendapatan dari hunian komersial itu akan digunakan untuk memberikan subsidi ke tower DP Rp 0.

Direktur Pengembangan PD Pembangunan Sarana Jaya Denan Kaligis menambahkan, Totalindo sebagai mitra, meringankan cashflow perusahaan dalam pembangunan DP Rp 0. Ia pun menegaskan, kerja sama ini dilakukan secara terbuka dan sesuai ketentuan berlaku.

Pasalnya, sebelumnya LSM Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) menuding, Totalindo ditetapkan sebagai pengembang rumag DP Rp 0 tanpa proses tender. "Saat pengumuman calon mitra kerja sama di 18 Desember yang masuk hanya dari Totalindo. Jadi Totalindo yang ambil alih proyek itu," jelas Denan pada kesempatan serupa.

Ia pun menjelaskan, kerja sama tersebut akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, yaitu pembangunan satu tower di atas lahan seluas 1,4 hektar yang kini menjadi program DP Rp 0 Pemprov DKI Jakarta. Lalu tahap II, yakni pembangunan tiga tower lainnya di tanah seluas 1,5 hektar.

"Kami harap Totalindo ambil pekerjaan yang selama ini terhenti," ujar Denan. Ia menambahkan, untuk tahap kedua bakal dibicarakan lebih lanjut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement