Jumat 23 Feb 2018 13:07 WIB

Saran YLKI Terkait Ganjil Genap di Tol Jakarta Cikampek

Sistem ganjil genap akan diterapkan di pintu tol Bekasi Timur dan Barat arah Jakarta.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Padat. Sejumlah kendaraan melintasi ruas jalan tol Jakarta - Cikampek, Bekasi, Jawa Barat. ilustrasi
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Padat. Sejumlah kendaraan melintasi ruas jalan tol Jakarta - Cikampek, Bekasi, Jawa Barat. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPJT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menerapkan paket kebijakan untuk mengurai kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek. Salah satunya mengenai penerapan sistem pelat ganjil genap di pintu tol Bekasi Timur dan Barat arah Jakarta.

Terkait hal tersebut, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengharapkan ada kajian lebih dalam lagi khusunya untuk penerapan ganjil genap. "Untuk menerapkan sistem ganjil genap mendesak untuk dilakukan kajian mendalam," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, Jumat (23/2).

Dia menambahkan, kajian tersebut dilakukan untuk mengetahui bagaimana dampak sosial ekonomi jika ganjil genap diterapkan di pintu Tol Bekasi Timur dan Barat. Sebab, kata dia, akses angkutan umum yang disediakan oleh BPTJ seperti bus premium belum tentu mampu mendorong perpindahan pengguna kendaraan pribadi secara signifikan.

Tulus mengkhawatirkan dengan adanya penerapan kebijakan ganjil genap tersebut justru tidak sesuai. "Dikhawatirkan implementasi ganjil genap justru menghambat roda ekonomi di Jabodetabek," ujar Tulus.

Meskipun begitu, Tulus mengakui kecepatan rata-rata kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek ruas Bekasi Barat dan Bekasi Timur memang sudah sangat rendah. Hal itu semakin parah setelah adanya pembangunan infrastruktur lain seperti pembangunan light rail transit (LRT) dan tol layang.

Tulus menegaskan pemerintah memang perlu mengeluarkan solusi yang tepat untuk mengatasi kemacetan di ruas tol tersebut. "Dalam hal ini memang diperlukan pengendalian volume //traffic// yangs angat kuat, sehingga fungsi Cikampek sebagai jalan tol bisa optimal," ungkap Tulus.

Selain soal volume lalu lintas dan penyempitan, Tulus menilai faktor-faktor penyebab kemacetan lain juga menjadi perhatian khusus. Seperti kecepatan penanganan jika terjadi kendaraan mogok dan kecelakaan.

Selanjutnya juga mengenai laju kendaraan besar khususnya truk juga menurutnya memicu kemacetan di ruas tersebut. "Pengemudi truk sering mengambil lajur tengah atau bahkan kanan,sementara kecepatannya kurang dari 60 kilometer perjamnya. Ini jelas menambah kemacetan," tutur Tulus.

Untuk itu selanjutnya, menurut Tulus, masih juga diperlukan penegakan hukum yang konsisten untuk mengatasi persoalan lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek. Terutama juga untuk truk-truk yang melanggar ketentuan.

BPJT akan menerapkan ganjil genap dipintu Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur dengan didukung kebijakan lainnya.Setelah adanya pengaturan ganjil genap, BPJT juga menyediakan bus seperti Transjabodetabek menuju Jakarta dari Bekasi agar bisa mengangkut penumpang dari Bekasi.

Selain itu juga ada Lajur Khusus Angkutan Umum (LKAU) di lajur pertama atau paling kiri di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Jalur tersebut diprioritaskan untuk angkutan umum bus selama sistem ganjil genap diterapkan pada pukul 06.00 WIB-09.00 WIB pada Senin hingga Jumat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement