Kamis 22 Feb 2018 16:11 WIB

Indonesia Hanya Mampu Ekspor Satu Tipe Sedan

Pada 2017, penjualan kendaraan jenis sedan di Indonesia hanya 9.000 unit per tahun.

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nidia Zuraya
Mobil siap ekspor di pelabuhan Tanjung Priok
Mobil siap ekspor di pelabuhan Tanjung Priok

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tingginya pajak untuk mobil sedan di Indonesia membuat produsen tak berminat memproduksi jenis kendaraan tersebut. Berdasarkan catatan gabungan industri kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo), Indonesia selama ini hanya mampu mengekspor satu jenis model sedan.

"Produksi sedan untuk ekspor cuma Toyota Vios. Jumlahnya juga tidak terlalu banyak," ujar Ketua I Gaikindo, Jongki Sugiarto, saat dihubungi Republika, Kamis (22/2).

Pada periode Januari 2018, Gaikindo mencatat ekspor Toyota Vios hanya sekitar 2.500 unit dari total ekspor mobil secara keseluruhan yang mencapai 18.649 unit. Sementara, penjualan sedan di pasar domestik juga tergolong kecil.

Pada 2017, penjualan kendaraan jenis sedan di Indonesia hanya 9.000 unit per tahun. Angka itu bahkan tidak sampai satu persen dari total penjualan per tahun yang mencapai 1,080 juta unit mobil.

Lebih lanjut, Jongki menuturkan, produksi sedan di Indonesia masih dalam skala perakiran. Tidak seperti mobil jenis MPV yang pembuatan komponennya sudah dilakukan di dalam negeri. Sebab, produksi mobil di Tanah Air memang didominasi jenis MPV.

"Kalau sedan baru sampai tahap perakiran. Tingkat kandungan dalam negeri juga belum terlalu tinggi karena volumenya rendah."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement