Selasa 20 Feb 2018 17:38 WIB

Nasabah KPR Subsidi BRI Syariah Didominasi Milenial

KPR FLPP BRI Syariah menawarkan uang muka 5 persen.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nur Aini
Nasabah usai melakukan transaksi melalui ATM BRI Syariah di Jakarta, Ahad (17/12).
Foto: Republika/Prayogi
Nasabah usai melakukan transaksi melalui ATM BRI Syariah di Jakarta, Ahad (17/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 70 persen nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera BRI Syariah dengan dukungan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) spesial merupakan kaum dari generasi milenial. Salah satu pendorongnya, program KPR FLPP BRI Syariah tersebut menawarkan uang muka (down payment/DP) sebesar 5 persen.

Direktur Utama BRI Syariah, Moch Hadi Santoso, mengatakan, pada 2017, BRI Syariah dinobatkan sebagai Bank Penyalur Terbesar KPR Sejahtera melalui skema FLPP. Total penyaluran KPR Sejahtera (FLPP) per Desember 2017 telah mencapai Rp 1,54 triliun. "Terjadi peningkatan sebesar Rp 667,6 miliar atau tumbuh sebesar 211 persen terhadap periode penyaluran pada 2016 sebesar Rp 316,1 miliar," ujarnya melalui siaran pers, Selasa (20/2).

Hadi mengatakan, dalam kurun waktu 1,5 bulan sepanjang tahun 2018 ini, BRI Syariah telah berhasil menyalurkan Rp 51,4 miliar untuk FLPP. Sekitar 70 persen dari nasabah FLPP BRI Syariah didominasi oleh kaum milenial. "Alhamdulillah ini adalah bukti bahwa FLPP BRI Syariah telah menjawab kebutuhan para milenial yang dianggap kesulitan untuk membeli rumah perdana yang harganya terus melonjak dari tahun ke tahun," ucap Hadi.

Menurutnya, program KPR FLPP tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kaum milenial muslim, melainkan juga kaum milenial non-muslim juga bisa menikmati program ini. Sejak diluncurkan, program KPR FLPP ini telah menjadi produk pilihan bagi kaum non-muslim. Sekitar 13 persen dari nasabah FLPP BRI Syariah adalah non-muslim. "Ini merupakan bukti komitmen BRISyariah dalam mendorong pertumbuhan perbankan Syariah di Indonesia, BRI Syariah secara aktif membuka akses perbankan Syariah kepada seluruh lapisan masyarakat serta mendorong literasi keuangan Syariah untuk hijrah bersama menuju ethical financing," ujar Hadi.

Hadi menambahkan, prinsip perbankan Syariah yang mengedepankan kepercayaan, keadilan, menghormati sesama, kebenaran, dan toleransi merupakan ruh dari semua kegiatan perbankan BRI Syariah. Dia berharap, ke depan semakin banyak yang hijrah bersama menuju ekonomi Syariah.

Hadi menegaskan, sistem perbankan Syariah adalah milik semua umat dan tidak terbatas pada penganut agama tertentu. Hal tersebut merupakan misi besar dari BRI Syariah untuk menjadi Game Changer demi menciptakan ekosistem ekonomi yang optimal dan sehat. "Caranya dengan mengedepankan prinsip-prinsip Syariah guna memajukan perbankan Syariah baik di dalam negeri maupun di kancah global," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement