Senin 22 Jan 2018 17:36 WIB

PT PAL Indonesia Perluas Pasar Ekspor

Jenis kapal yang diekspor sebagian besar merupakan kapal perang.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini
Sejumlah pekerja PT PAL Indonesia mengerjakan pembangunan kerangka kapal cepat rudal (KCR) 60 meter pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan), di Divisi Kapal Perang PT PAL, Kamis (2/2).
Foto: Republika/Binti Sholikah
Sejumlah pekerja PT PAL Indonesia mengerjakan pembangunan kerangka kapal cepat rudal (KCR) 60 meter pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan), di Divisi Kapal Perang PT PAL, Kamis (2/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PAL Indonesia (Persero) berencana memperluas pasar ekspor ke Asia Tenggara dan Afrika. Direktur Utama PT PAL Indonesia Budiman Saleh mengatakan, jenis kapal yang diekspor sebagian besar merupakan kapal perang.

"Target ekspor itu kita lihat, Insya Allah di Malaysia kita targetkan dua kapal, kemudian Thailand itu targetnya satu kapal dan beberapa negara Afrika lain," ujar Budiman ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden, Senin (22/1).

Sebelumnya PT PAL telah sukses melakukan ekspor perdana kapal perang ke Filipina pada 2016 lalu. Diketahui Filipina memesan dua unit kapal perang Landing Platform Dock (LPD) jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) yang dilengkapi persenjataan canggih dan pendaratan tiga helikopter ditambah fasilitas hanggar. Budiman menjelaskan, target ekspor kapal tersebut masih dalam proses yang bersifat pada taraf penetrasi bisnis. "Ini merupakan suatu proses yang bersifat pada taraf penetrasi, adapun hasil dari penetrasi itu baru bisa dilihat dari business acquisition dan sales aquisition di tahun mendatangnya," kata Budiman.

Budiman optimistis, ekspor kapal Indonesia menunjukkan progres yang baik. Adapun, sejumlah negara yang sudah menjajaki pembelian kapal dari Indonesia yakni Malaysia, Thailand, Filipina, Senegal, Kongo, Guinea Bissau, dan Burkina Faso.
 
Budiman mengakui, pada 2016 PT PAL Indonesia mengalami masa sulit. Kemudian, di 2017 terjadi pertumbuhan penjualan sekitar dua kali lipat. Budiman menyebut, pada 2017 PT PAL telah membukukan penjualan sebesar Rp 1,2 triliun. Adapun pada 2018, PT PAL menargetkan penjualan senilai Rp 2,4 triliun.
 
Sementara itu, utilisasi PT PAL pada 2017 cukup rendah yakni sekitar 28-29 persen. Namun, pada 2018 Budiman optimistis utilisasi dapat meningkat hingga 60-70 persen seiring dengan meningkatnya permintaan kapal dari dalam negeri maupun luar negeri. "Kita bisa cari-cari order luar negeri, namun mayoritas (order) masih dari dalam negeri," ujar Budiman.
 
Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menerima Direktur Utama PT PAL Indonesia Budiman Saleh bersama jajarannya, Senin. Dalam pertemuan tersebut PT PAL melaporkan tentang progres perbaikan restrukturisasi dan revitalisasi, termasuk proses kesiapan untuk memproduksi alutsista nasional dan ekspor.
 
Selain itu, dalam pertemuan tersebut PT PAL juga membicarakan tentang program vokasi yang dicanangkan oleh pemerintah. Budiman mengatakan, sejauh ini PT PAL telah memberikan pelatihan dan sertifikat kepada 1.500 anak Indonesia yang dimulai sejak November 2017 hingga November 2018.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement