Kamis 18 Jan 2018 19:14 WIB

Ada Rencana Impor Beras, Harga Gabah Wilayah Ini Turun

Harga gabah di Kabupaten Banyuasin turun terkena imbas rencana impor beras

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nur Aini
Sejumlah pekerja mengeringkan gabah di pelataran penggilingan padi/ilustrasi
Foto: Antara
Sejumlah pekerja mengeringkan gabah di pelataran penggilingan padi/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUASIN -- Setelah bergulirnya rencana impor beras sebesar 500 ribu ton dari Thailand dan Vietnam berdampak pada penurunan harga gabah di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Harga gabah turun menjadi Rp 4.500 per kilogram (kg) dari sebelumnya di atas Rp 5.000 per kg.

"Dengan tingkat harga yang ada sekarang, petani di Banyuasin cukup bergairah untuk segera mengolah tanahnya selesai panen," kata Risfaheri selaku penanggung jawab Upsus Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Banyuasin, Kamis (18/1).

Melalui siaran resmi, ia mengatakan, pasokan gabah terus meningkat di kabupaten ini. Sejak awal Januari tahun ini, panen padi di Banyuasin tidak pernah berhenti dan terus meningkat luas panennya.

Pada Rabu (17/1), panen padi mencapai 780 hektare di lahan yang umumnya merupakan sawah pasang surut. Sekitar 90 persen panen setiap harinya di Banyuasin berasal dari sawah pasang surut Air Salek dan Muara Telang. "Sudah lebih satu minggu ini panen padi di atas 500 hektare setiap hari dan terus meningkat setiap harinya," kata dia.

Bukan hanya panen yang terus meningkat dan harga gabah yang baik, Kepala BPTP Balitbangtan Sumsel Priatna Sasmita mengatakan, panen padi Januari ini juga disambut suka cita karena provitas yang dicapai 5-7 ton GKP per hektare cukup tinggi untuk ukuran sawah pasang surut.

"Apalagi tidak ada serangan OPT yang serius terhadap tanaman padi. Ini merupakan berkah bagi petani," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement