Sabtu 23 Dec 2017 12:25 WIB

Republika Gelar Young Muslim Entrepreneur Day

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Fernan Rahadi
Pemilik Margaria Group sekaligus mantan Wali Kota Yogyakarta, Herry Zudianto (kanan) saat berbicara dalam Republika Young Muslim Entrepreneur Day di Hotel Jayakarta, Yogyakarta, Sabtu (23/12).
Foto: Republika/Fernan Rahadi
Pemilik Margaria Group sekaligus mantan Wali Kota Yogyakarta, Herry Zudianto (kanan) saat berbicara dalam Republika Young Muslim Entrepreneur Day di Hotel Jayakarta, Yogyakarta, Sabtu (23/12).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA –  Entrepreneur muda di Indonesia, khususnya dari kalangan umat Islam, dinilai masih sedikit. Oleh karena itu perlu dorongan dari banyak pihak. Republika, sebagai media umat Islam, berusaha memfasilitasi hal itu dengan menggelar seminar sehari bertajuk "Republika Young Muslim Entrepreneur Day" di Hotel Jayakarta, Yogyakarta, Sabtu (23/12).

"Saya mengapresiasi Republika yang mendukung bagaimana mencetak entrepreneur muda dari kalangan umat Islam. Muhammadiyah saja mencanangkan bahwa ekonomi merupakan pilar tambahan, pilar ketiga. Selama ini baru dua saja, yaitu pendidikan dan kesehatan," kata Pemilik Margaria Group dan juga mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto, yang dalam acara itu bertindak sebagai pembicara pertama.

Kegiatan yang diselenggarakan Republika yang bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY tersebut bertema “Mempersiapkan Para Calon Pengusaha Muda dalam menghadapi Tantangan Bisnis." Seminar itu dihadiri sekitar 85 peserta dan dibuka oleh Redaktur Pelaksana Republika, Subroto. Sebagai pembicara dalam kegiatan ini adalah Herry Zudianto, Pemilik Supermarket Pamella, Noor Liesnani Pamella, Coach Wulan, dan Dosen Jualan Online, Suryadin Laoddang Dosen.

Herry berharap kegiatan seperti ini berkelanjutan dan bekerja sama dengan perbankan maupun BUMN atau perusahaan. Anak-anak peserta kegiatan ini juga diharapkan langsung didorong untuk praktek. Sedangkan yang sudah mulai usaha langsung dikembangkan dan didorong untuk mencoba. "Dengan demikian  ada outcome yang terukur sehingga ada hasilnya. Kalau setelah kegiatan ini mereka pulang akan hilang lagi," tuturnya.

Di samping itu, lanjut Herry, Republika harus mampu lebih menyusun kegiatan entrepreneurship menjadi lebih efektif. Misalnya, lanjut dia, di Republika ada artikel khusus mengenai entrepreneur muda yang berhasil, forum tanya jawab, termasuk kiat-kiat menjadi seorang pengusaha.

Sementara itu Ketua Bidang Lembaga Keuangan Syariah MES, Hartono, mengatakan kegiatan seperti ini sangat diperlukan umat Islam.  Ia mengungkapkan, di Indonesia terjadi ledakan jumlah angkatan kerja, sehingga daya saing dengan negara tetangga menjadi tertinggal. Oleh karena itu dibutuhkan banyak lapangan kerja dan cara terbaik dengan menciptakan wirausaha Islam yang bergerak dalam ekonomi syariah.

Redaktur Pelaksana Republika Subroto  mengatakan acara ini merupakan bagian dari tanggung jawab Republika sebagai media. Menurut Subroto, sebagai media Republika tidak hanya merupakan entitas bisnis namun juga merupakan sarana mendidik masyarakat. "Ini merupakan bagian dari upaya kami mendekatkan dengan komunitas pembaca yang menjadi pemilik sebenarnya dari Republika," kata Subroto.

Sementara itu, General Manager Hotel Jayakarta Nur Winantyo mengharapkan kegiatan ini bisa memberikan motivasi dan dorongan pemuda untuk menjadi entrepreneur yang andal, bagus mengangkat ekonomi untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, serta tentunya bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan. "Sehingga diharapkan  akan melahirkan entrepreneur muda Muslim yang bisa diandalkan sesuai dengan syariah," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement