REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melarang kegiatan proyek selama liburan akhir tahun Natal dan Tahun Baru 2018. Kepala BPTJ Kemenhub, Bambang Prihartono menyampaikan larangan kegiatan proyek tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemacaten yang terjadi akibat pelambatan arus lalu lintas disekitar lokasi proyek.
"Kami melihat bahwa ada pelambatan kecepatan akibat adanya pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, kami melarang untuk para kontraktor melakukan kegiataannya selama liburan. Setelah tahun baru, baru kerja," kata Bambang, Jumat (22/12).
Penghentikan aktivitas proyek ini diterapkan mulai 22 Desember hingga 2 Januari, sehingga diharapkan tak mengganggu arus lalu lintas. Sementara itu, untuk mengejar target pembangunanproyek di dalam kota Jakarta, kegiatan proyek hanya dihentikan pada siang hari. Para pekerja proyek, kata dia, akan kembali melanjutkan pembangunan pada malamhari.
"Kecuali untuk dalam kota, LRT, untuk mengejartarget kami mengizinkan mereka untuk bekerja di malam hari. Di siang hari mereka stop," ujarnya.
Menurut dia, liburan panjang akhir tahun memiliki karakteristik yang berbeda dengan libur lebaran. Pada tahun baru, biasanya masyarakat akan berkunjung ke kota-kota besar. Karena itu, Kemenhub juga telah melakukan sejumlah langkah antisipasinya.
"Kami selalu siap waspada terhadap kemungkinan kemacetan di Jakarta," ujar Bambang.