Selasa 12 Dec 2017 17:06 WIB

Bank akan Tambah Penyaluran KUR

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nur Aini
Sejumlah pekerja memproduksi permen jahe yang dijual dengan harga Rp27.000 per kilogram di sentra produksi permen jahe di Buaran, Kabupaten Pekalongan,  Jawa Tengah, Minggu (19/11). Pemerintah memutuskan menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari sembilan menjadi tujuh persen yang diperuntukkan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada 2018 mendatang.
Foto: Harviyan Perdana Putra/Antara
Sejumlah pekerja memproduksi permen jahe yang dijual dengan harga Rp27.000 per kilogram di sentra produksi permen jahe di Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (19/11). Pemerintah memutuskan menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari sembilan menjadi tujuh persen yang diperuntukkan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada 2018 mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun depan, dari Rp 106,6 triliun menjadi Rp 120 triliun. Dengan begitu perbankan pun harus lebih banyak menyalurkan KUR.

Menanggapi hal itu, Vice President Micro Credit Program Bank Mandiri Toto Suprihadi mengaku optimis dapat mencapai target realisasi penyaluran KUR pada 2018, meski ada kenaikan plafon KUR.

"Tahun 2017, Bank Mandiri pun pada November telah menyalurkan KUR sebanyak Rp 12,1 triliun atau 93 persen dari target tahun ini sebesar Rp 13 triliun," ujar Toto kepada Republika.co.id, Selasa (12/12). Ia memperkirakan, pada pertengahan Desember 2017, penyaluran KUR perseroan sudah mencapai 100 persen.

Ia menuturkan, sektor yang disasar Bank Mandiri dalam menyalurkan KUR lebih ke produksi di antaranya pertanian, perikanan, industri pengolahan, perdagangan, dan jasa produksi.

Sebelumnya, Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi mengatakan, Bank Mandiri ditargetkan pemerintah dapat menyalurkan KUR sebesar Rp 14,56 triliun pada tahun depan. Angka itu naik 12 persen dari target 2017 sebesar Rp 13 triliun.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Suprajarto menyatakan, pemerintah telah menambahkan sekitar 10 persen plafon KUR untuk BRI tahun depan. Sebelumnya, tahun ini, BRI ditargetkan bisa menyalurkan KUR sebanyak Rp 70 triliun.

Ia juga menyebutkan, penurunan bunga KUR tahun depan menjadi dari sembila persen menjadi tujuh persen akan berdampak positif. "Kalau tujuh persen berarti banyak UMKM yang bisa mengakses," ujarnya.

Menurutnya, penurunan bunga tersebut dapat memengaruhi pendapatan bunga (interest income) BRI. Hanya saja, perseroan siap mengimbangi kondisi itu dengan mendapatkan dana murah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement