Sabtu 25 Nov 2017 00:18 WIB

Indonesia-Singapura Susun Standar Keamanan Produk Mamin

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Andi Nur Aminah
Produk makanan olahan (ilustrasi)
Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Produk makanan olahan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia dan Singapura akan bekerja sama membangun standar keamanan produk makanan dan minuman (mamin). Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut, pihaknya dan otoritas keamanan pangan Singapura telah sepakat untuk menyusun standar keamanan dan inovasi bersama demi mendongkrak nilai ekspor produk mamin nasional.

"Saya telah berdiskusi dengan PM Singapura, kita akan bekerja sama membangun standar yang sama. Mereka mendukung kita untuk mengekspor lebih banyak produk makanan dan minuman," ujarnya, lewat siaran pers, Jumat (24/11).

Adapun standar keamanan yang akan diatur antara lain daya tahan makanan sampai inovasi pengemasan. Standar baku untuk inovasi dan keamanan pangan tersebut ditargetkan dapat segera dirilis pada tahun depan.

Airlangga mengatakan, Indonesia menggandeng Singapura untuk penyusunan standar keamanan makanan karena Negeri Singa itu memiliki pasar ekspor yang luas. Dengan upaya ini, ia berharap industri mamin nasional dapat memperluas pasarnya, tidak hanya domestik, tetapi juga ke negara tujuan ekspor.

Kementerian Perindustrian mencatat, kontribusi industri mamin kepada PDB industri non-migas mencapai 34,95 persen pada triwulan ketiga tahun 2017. Hasil kinerja ini menjadikan sektor tersebut sebagai kontributor PDB industri terbesar dibanding subsektor lainnya.

Adapun kontribusi industri mamin terhadap PDB nasional sebesar 6,21 persen pada triwulan ketiga 2017. Angka tersebut naik 3,85 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement