Kamis 23 Nov 2017 14:44 WIB

Kemenpupera Minta Tambahan Dana Rp 150 Miliar

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Gita Amanda
Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir (batik) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf meninjau venue Asian Games di kawasan Gelora Bung Karno, Kamis (23/11).
Foto: Republika/Melisa Riska Putri
Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir (batik) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf meninjau venue Asian Games di kawasan Gelora Bung Karno, Kamis (23/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Sri Hartoyo meminta tambahan Rp 150 miliar untuk Asian games 2018. Total pendanaan Asian Games 2018 saat ini sebesar Rp 2,6 triliun.

Sebab, anggaran tersebut menurutnya, belum menutupi semua proyek infrastruktur di kompleks Gelora Bung Karno (GBK). Anggaran tambahan tersebut rencananya digunakan untuk perbaikan kawasan sekitar GBK.

"Seperti untuk pedestrian yang dekat Jalan Pemuda itu, di Asia Afrika nanti kita kerjain tahun depan," katanya, Kamis (23/11)

Menurutnya, tambahan biaya tersebut karena ada perubahan dan penyesuaian di lapangan. Sejauh ini, progres konstruksi di GBK rata-rata telah mencapai 90 persen. Namun penataan kawasan sendiri hingga saat ini telah mencapai 80 persen.

Menteri Pupera Basuki Hadimuljono menargetkan semua konstruksi di GBK dan Wisma Atlet Kemayoran dapat diselesaiakan pada 31 Desember. Namun diakui Sri, gedung parkir timur dan ruang terbuka publik baru bisa diselesaikan tahun depan.

"Itu kita sekarang sedang tender, mudah-mudahan pertengahan Desember selesai. Jadi Juni-Juli (konstruksinya) selesai," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement