Kamis 16 Nov 2017 15:46 WIB

Bulog Bangun Gudang Kedelai di Banyumas

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Nur Aini
Seorang pekerja menimbang kedelai di gudang penyimpanan. (ilustrasi)
Foto: Antara/Arif Firmansyah
Seorang pekerja menimbang kedelai di gudang penyimpanan. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID BANYUMAS -- Perusahaan Umum (Perum) Bulog mulai membangun infrastruktur penanganan pasca-panen komoditas padi, jagung, dan kedelai. Setelah melakukan ground breaking pembangunan gudang kedelai di Sidoarjo Jawa Timur pekan kemarin, Bulog juga melakukan ground breaking pembangunan gudang kedelai di Desa Klahang Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas, Kamis (16/11).

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Karyawan Gunarso, menyebutkan di seluruh Indonesia, secara keseluruhan akan dibangun 13 gudang kedelai yang masing-masing gudang berkapasitas 3.500 ton. ''Pembangunan gudang yang di Banyumas ini, merupakan bagian dari rencana tersebut,'' ujarnya.
 
Sedangkan sumber dana yang digunakan, menurutnya, berasal dari dana perusahaan dan dana Penyertaan Modal Negara (PNM) senilai Rp 2 triliun yang diterima Bulog dari pemerintah pada tahun anggaran 2016. ''Selain membangun 13 gudang kedelai, dana PNM tersebut juga akan digunakan untuk membangun 7 unit Modern Rice Milling Plant (MRMP) di wilayah-wilayah lumbung padi,'' ujarnya.
 
Lokasi pembangunan MRMP, antara lain berada di Provinsi Jateng, Jatim, Jabar, Lampung, Sumatera Selatan, NTB dan Sulawesi Selatan. Khusus di Jateng, juga akan dibangun di wilayah Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas. ''Untuk membangun MRMP ini dibutuhkan lahan sekitar 4 hektare, di mana masing-masing MRMP memiliki kapasitas 1 juta setara GKP per tahun,'' kata dia.
 
Selain membangun gudang kedelai dan MRMP, Karyawan Gunarso juga menyebutkan, dengan dana PMN tersebut Bulog akan membangun 16 unit mesin Rice to Rice, 11 unit drying centre dan 16 unit silo (penyimpanan) jagung.
 
Mengenai target waktu penyelesaian keseluruhan proyek tersebut, dia menyatakan pihaknya tidak terburu-buru menyelaikan keseluruhan proyek tersebut. ''Kami lebih mengedepankan tertib akuntabilitas dan tertib administrasi. Namun kami berharap, pada tahun 2018 semuanya bisa terlaksana,'' ujarnya.
 
Mengenai asal kedelai yang mengisi gudang-gudang Bulog kelak, Karyawan Gunarso mengaku masih menunggu regulasi dari pemerintah dalam hal tugas pengadaan kedelai yang akan dilakukan Bulog. Dia mengakui, dari sisi produksi memang produksi kedelai lokal masih sangat jauh untuk mencukupi kebutuhan di dalam negeri. ''Namun prinsipnya, kami selaku operator akan mengikuti regulasi penugaan yang diberikan pemerintah pada Bulog. Kalau memang diminta melakukan penyerapan produksi lokal, kami siap. Namun kalau memang diminta untuk melakukan pengadaan dari luar (impor), kami juga siap,'' kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement