Rabu 11 Oct 2017 14:40 WIB

GarudaFood Luncurkan Malkist Rasa Kelapa

Rep: NOVITA INTAN/ Red: Winda Destiana Putri
GarudaFood Luncurkan Malkist Rasa Kelapa di Jakarta.
Foto: Dok: GarudaFood
GarudaFood Luncurkan Malkist Rasa Kelapa di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- GarudaFood Group memperkenalkan produk inovatif di bidang industri makanan, kualitas sesuai masukan atau keinginan dari konsumen. Dalam produk barunya ke konsumen yakni Gery Saluut Malkist Coconut, kategori cracker 4 in 1 (Four in One) yang terdiri malkist cracker renyah dengan taburan gula, berlapis krim dan taburan kelapa Bali.

Direktur GarudaFood Group, Johannes Setiadharma mengatakan produk ini dapat memenuhi kebutuhan konsumen pecinta kelapa di Indonesia. Adapun segmentasi target usia dewasa yakni 17-25 tahun. 

“Kami ingin menciptakan produk inovatif dengan berbagai macam varian rasa yang diambil dari penghasil rasa terbaik tiap negara,” ujarnya di Jakarta, Rabu (11/10).

Menurutnya, Gery Saluut Malkist Coconut mewakili cita rasa khas Indonesia yaitu rasa kelapa merupakan preferensi rasa yang familiar di konsumen Indonesia, terlebih lagi karena dikenal sebagai buah tropis.

“Kami optimis penjualan dapat mencapai target tumbuh sebesar 15 persen di tahun ini, melihat dari kondisi pasar di industri makanan dan minuman yang cukup baik dan terus mengalami peningkatan tiap tahunnya,” ucapnya.

Sementara Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menambahkan industri makanan dan minuman nasional perlu lebih memperluas pangsa ekspor baik pasar tradisional maupun pasar baru dalam upaya mendongkrak kinerjanya. Selain itu, dibutuhkan juga terobosan inovasi produk yang dihasilkan sehingga dapat diminati oleh konsumen dalam negeri dan mancanegara.

Indonesia dengan jumlah penduduk 258,7 juta orang merupakan pangsa pasar yang sangat menjanjikan. Apabila para pelaku industri makanan dan minuman dapat memanfaatkan potensi pasar tersebut, Industri akan tumbuh dengan baik. Hal ini terlihat dari pertumbuhan industri makanan dan minuman sebesar 7,19 persen pada trtiwulan II 2017 dengan triwulan I tahun 2017 sebesar 8,15 persen.

“Industri makanan dan minuman juga mempunyai peranan kontribusinya terhadap produk Domestik (PDB) industri non migas, dimana peran subsektor industri makanan dan minuman yang terbesar dari subsektor lainnya yaitu sebesar 34,42 persen pada triwulan II 2017,” paparnya.

sumber : Center
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement