Senin 09 Oct 2017 02:38 WIB

Masuk Musim Hujan, Aktivitas Nelayan Karawang Masih Normal

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Endro Yuwanto
Nelayan tradisional membenahi jaring (ilustrasi).
Foto: Antara
Nelayan tradisional membenahi jaring (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,  KARAWANG -- Himpunan nelayan seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Karawang, belum melarang nelayan untuk melaut. Meskipun, akhir-akhir ini hujan kerap turun di wilayah tersebut. Namun, ribuan nelayan asal wilayah ini masih menjalankan aktivitasnya dengan normal.

Wakil Ketua HNSI Kabupaten Karawang, Sahari, mengatakan, meskipun saat ini sudah memasuki musim penghujan, namun nelayan masih tetap melaut. Sebab, intensitas hujan masih belum tinggi. Saat ini, nelayan asal Karawang, posisinya sudah berada di Sumatra maupun Kalimantan.

"Meskipun sudah ada hujan, gelombang maupun angin di lautan masih normal. Jadi, aktivitas nelayan juga berjalan lancar," ujar Sahari kepada Republika.co.id, Ahad (8/10).

Menurut Sahari, jumlah nelayan di wilayahnya mencapai 8.421 jiwa. Nelayan ini terbagi dalam beberapa kelompok. Ada kelompok yang biasa melaut ke Kalimantan dan Sumatra. Serta, ada kelompok yang biasa melaut di perairan lokalan.

Mayoritas nelayan ini, mencari ikan dan rajungan. Sebab, sampai saat ini harga ikan, terutama rajungan masih sangat tinggi. Untuk daging rajungannya saja, harganya lebih dari Rp 100 ribu per kilogram. Sedangkan, rajungan dengan cangkangnya (brangkas), harganya sekitar Rp 50 ribu dalam kondisi mentah.

"Jadi, selama intensitas hujan belum tinggi, nelayan di Karawang ini aktivitasnya masih normal. Diperkirakan aktivitas mulai terganggu bila sudah memasuki akhir tahun sampai awal tahun depan," jelas Suhari.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement