Ahad 08 Oct 2017 14:51 WIB

Menderitanya Peso Akibat Penguatan Dolar AS

Rep: Rizky Jaramay/ Red: Joko Sadewo
uang dolar AS (ilustrasi)
Foto: Republika/Yasin Habibi
uang dolar AS (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MEKSIKO -- Nilai mata uang Meksiko peso terhadap dolar AS terus melemah akibat ketidakpastian negosiasi ulang Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA). Pada pekan ini, nilai peso terhadap dolar AS berada di angka 18,62 peso.

Direktur Analis Ekonomi dan Keuangan Banco Base, Gabriela Siller mengatakan, nilai peso dapat bervariasi antara 18,4 dan 18,88 terhadap dolar AS dalam beberapa hari mendatang. "Pekan depan nilai peso akan tetap rentan terhadap dolar AS, terutama menghadapi putaran keempat negosiasi ulang NAFTA," ujar Siller dilansir Xinhua, Ahad (8/10).

Siller mengatakan, komunitas bisnis Meksiko merasa khawatir dengan negosiasi ulang NAFTA yang berjalan alot. Menurutnya, Meksiko bisa saja meninggalkan negosiasi ini jika dihadapkan dengan proposal dari Amerika Serikat dan Kanada yang dianggap tidak mungkin dijalankan.

Perundingan ke empat NAFTA akan berlangsung di Washington pada 11-15 Oktober 2017. Dalam perundingan ini kemungkinan akan dibahas mengenai isu-isu yang menghambat perdagangan, seperti defisit perdagangan Amerika Serikat, dan kebijakan perdagangan lainnya.

Seorang ekonom dari Continuum Economics, Pedro Tuesta mengatakan, faktor lain yang membuat nilai peso tertekan terhadap dolar AS yakni fakta bahwa Meksiko memiliki rencana lain dalam negosiasi ulang NAFTA. Rencana tersebut yakni adanya kemungkinan mundur dari NAFTA, yang telah menjadi pilar perdagangan Amerika Utara sejak 1994.

"Peso Meksiko telah menjadi salah satu mata uang paling menderita akibat penguatan dolar AS," kata Tuesta.

Dalam laporan Santander Bank, peso Meksiko telah mengalami depresiasi paling besar di antara pasar negara berkembang. Pada 28 September 2017, Menteri Keuangan Meksiko Jose Antonio Meade mengatakan, kemungkinan proposal kontroversial akan diajukan pada negosiasi NAFTA putaran keempat. Perundingan NAFTA rencananya akan selesai pada akhir 2017 atau paling lambat awal 2018.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement