Jumat 29 Sep 2017 22:23 WIB

BPJT: Transaksi e-Money di Gerbang Tol Capai 49 Persen

Seorang pengemudi mobil pengguna jalan tol bertransaksi menggunakan kartu elektronik non tunai ketika akan keluar dari tol. ilustrasi
Foto: Septianda Febrianda/ANTARA
Seorang pengemudi mobil pengguna jalan tol bertransaksi menggunakan kartu elektronik non tunai ketika akan keluar dari tol. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mencatat transaksi penggunaan uang elektronik (e-money) di jalan tol mencapai 49 persen seiring diberlakukannya sistem pembayaran non tunai di seluruh gerbang tol pada 31 Oktober mendatang.

Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengatakan pemerintah akan terus gencar menyosialisasikan kepada masyarakat dan optimistis pelayanan pembayaran nontunai tarif tol pada 31 Oktober 2017 bisa terlaksana 100 persen. "Sejak tanggal 26 September itu sudah 49 persen penggunaannya dari sekitar 30 persen. Sosialisasi terus menerus dan ini gencar agar bisa diterima masyarakat," kata Herry di Kantor Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Jumat (29/9).

Ia menjelaskan pemerintah optimistis pengguna jalan tol yang menggunakan e-money sebagai alat transaksi pembayaran mencapai 100 persen. Infrastruktur untuk pembayaran non tunai di seluruh gerbang tol di Indonesia juga telah disiapkan pemerintah. Bank penyedia kartu e-money, yakni empat bank Himbara dan BCA telah diimbau terkait penyediaan kartu untuk mencukupi kebutuhan.

Namun demikian, ia mempertimbangkan adanya gerbang tol yang dibuka untuk melayani pembayaran tunai, hanya ditempatkan di beberapa ruas jalan tol. Seperti diketahui, BPJT akan memberlakukan seluruh gerbang tol tidak lagi melayani transaksi pembayaran menggunakan uang tunai mulai 31 Oktober 2017 guna mendukung program Gerakan Nasional Nom Tunai (GNNT).

Penggunaan uang elektronik akan meningkatkan pelayanan pada jalan tol dan memberikan kenyamanan pada pengguna jalan salah satunya mengurangi kepadatan antrean di gerbang tol. Penggunaan uang elektronik di gerbang tol akan mempersingkat waktu transaksi pengguna jalan karena lebih mudah dan praktis. Jika dibandingkan dengan transaksi manual, penggunaan uang eletronik ini akan memangkas separuh waktu transaksi lebih cepat.

Sebelum rencana sistem pembayaran non tunai di gerbang tol diberlakukan, Bank Mandiri mencatat dari 5 juta transaksi per hari di gerbang tol, hanya sekitar 1,5 juta transaksi di antaranya yang menggunakan uang elektronik.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement