Rabu 27 Sep 2017 16:10 WIB

Empat Perusahaan BUMN Siap Terbitkan Global Bonds Rupiah

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Obligasi Global
Foto: blogspot.com
Obligasi Global

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Mandiri Group mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui pendanaan di pasar modal internasional. Salah satu peluang pendanaan global yang diperkenalkan pada hari ini adalah Global IDR Bonds.

 

Global IDR Bonds merupakan efek bersifat utang berdenominasi rupiah yang dapat ditawarkan tidak hanya kepada investor domestik tapi juga terutama kepada investor global. Secara umum, penawaran Global IDR Bonds diharapkan mampu meningkatkan partisipasi investor global dalam mendukung pembangunan nasional dan bisa memberikan akses serta diversifikasi sumber pendanaan berbasis rupiah bagi perusahaan di Indonesia yang bergerak di berbagai sektor, khususnya sektor infrastruktur.

 

Direktur Wholesale Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan Mandiri Group berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program Pemerintah. Khususnya dalam memberikan solusi pendanaan terbaik melalui pembiayaan kredit maupun alternatif pembiayaan lainnya.

"Dengan begitu tujuan peningkatan daya saing Nasional dapat tercapai. Selain mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui pembiayaan dalam negeri, Mandiri Group juga mendukung melalui pendanaan luar negeri," ujar Royke kepada wartawan pada Konferensi Pers di Jakarta, Rabu, (27/9).

Sebagai informasi, pemerintah kini membutuhkan dana investasi di sektor infrastruktur sekitar Rp 5.500 triliun untuk lima tahun ke depan atau Rp 1.100 triliun per tahun. Sekitar Rp 900 triliun per tahun di antaranya dapat dibiayai oleh pembiayaan dalam negeri. Dengan begitu terdapat potensi sebesar Rp 200 triliun per tahun kebutuhan investasi yang bisa dibiayai dari luar negeri.

 

Menurutnya, saat ini merupakan momentum baik bagi korporasi untuk dapat memperluas akses pendanaan ke pasar internasional. Hal ini didukung oleh predikat investment grade yang diberikan oleh credit rating agency internasional yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara destinasi investasi investor global.

 

Sejumlah negara berkembang pun, kata dia, telah sukses menerbitkan instrumen surat utang global berdenominasi lokal dan mendapatkan sambutan positif dari investor global. Di antaranya Filipina dengan Global Peso, Tiongkok dengan Dim Sum Bonds, dan India dengan Masala Bonds.

"Biasanya kan setiap negara nama bonds-nya diambil dari makanan. Kita juga tadinya mau Kasih nama Rendang Bonds. Hanya saja Presiden maunya namanya Komodo Bonds," ujar Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro pada kesempatan serupa.

Ia menegaskan, Menteri BUMN Rini Soemarno juga sangat mendukung adanya alternatif pembiayaan ini. Maka nantinya akan ditawarkan ke market, baik investor domestik maupun global.

 

Lebih lanjut, Aloysius menjelaskan, ada empat perusahaan BUMN yang dinilai sudah bisa menerbitkan Global IDR Bonds. Pasalnya, keempat perusahaan itu dianggap telah memenuhi kriteria.

"Kriteria di antaranya, revenue-nya kebanyakan rupiah, dan capex-nya (belanja modal) jangka panjang," kata Aloysius. Hanya saja ia masih enggan menyebutkan nama keempat perusahaan tersebut.

Ia pun belum bisa memastikan kapan penerbitan pertama instrumen ini akan dilaksanakan. Pasalnya, perlu proses cukup panjang dan beberapa kebijakan juga harus disesuaikan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement