Selasa 08 Aug 2017 18:06 WIB

Adaro Optimistis Bisnis Batu Bara Membaik pada Semester II

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih
Tambang batu bara Adaro
Foto: Edwin/Republika
Tambang batu bara Adaro

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Adaro Energy Tbk mengaku optimistis terhadap perkembangan bisnis batu bara pada semester II 2017. Direktur Keuangan Adaro Energy David Tendean mengatakan, meski selama 4,5 tahun terakhir harga batubara jatuh, kini cukup sustainable dengan beberapa alasan dan faktor.

"Komoditas down dari 2012 itu cukup berdampak negatif ke perusahaan tambang batu bara dalam arti produktifnya. Hal itu karena sebelumnya banyak yang ekspektasi down sebentar, tapi ternyata sampai 4,5 tahun," kata David Tendean di Jakarta, Selasa, (8/8).

Menurutnya, kebanyakan perusahaan batu bara justru mengambil jalan pintas yang berdampak negatif pada cadangan batu bara. "Makanya kalau ikutin komentar dari departemen ESDM, mulai ada pembahasan gimana memastikan cadangan batu bara kita agar bisa bertahan jangka panjang," kata David.

Ia menjelaskan, ketika harga bara jatuh, bisnis Adaro tetap berjalan sebab perusahaan terus mencari peluang lain. "Kami lihat segala potensi dan oportunity-nya," tambah David.

Pada kuartal II 2017 total produksi batu bara Adaro Energy (AE) mencapai 13,27 million tones (Mt). Angka itu meningkat 12 persen dari kuartal I yang sebesar 11,86 Mt. Sedangkan, volume penjualan pada kuartal II 2017 sebanyak 13,24 Mt naik 10 persen dari kuartal pertama, tapi turun tiga persen dari periode sama tahun lalu yang mencapai 13,66 Mt.

Dia menyebutkan, untuk bisnis pembangkit tenaga listrik, kini Adaro tengah mengeksekusi dua proyek yaitu di Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan. Masing-masing telah berjalan 30 persen dan 70 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement