Rabu 02 Aug 2017 01:28 WIB

Pasar Otomotif Lesu, Shell Klaim Bisnis Olinya Tumbuh

Shell
Shell

REPUBLIKA.CO.ID, JAKART -- PT Shell Indonesia mengatakan bisnis pelumasnya masih tumbuh di tengah melambatnya perkembangan industri otomotif nasional.

"Kami masih bisa tumbuh. Industri mobil turun tetapi populasinya tidak berkurang, masih ada mobil tahun-tahun sebelumnya," kata VP Consumer Brand Helix and Advance PT Shell Indonesia, Edward Satrio, di Jakarta, Selasa, tanpa merinci persentase pertumbuhannya.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan, sepanjang semester pertama tahun ini, penjualan mobil hanya tumbuh sekitar 0,1 persen.

Edward mengatakan, dampak lesunya industri otomotif lebih mengarah kepada jangka panjang, sementara dalam tiga hingga lima tahun ke depan masih bisa ditangani.

"Ini berdampak pada jangka panjang, jadi saat ini mungkin dampaknya masih menengah," tuturnya.

Lebih lanjut Edward menjelaskan, saat ini Indonesia merupakan motor penggerak pertumbuhan Shell secara global dan menjadi salah satu lokasi investasi terpenting perusahaan asal Belanda itu.

"Bisa dikatakan sangat penting karena menjadi lokomotif pertumbuhan," kata dia.

Terkait produk, Edward berpesan agar konsumen dapat memerhatikan beberapa ciri keaslian pelumas Shell. Dia menjelaskan, Shell  menggunakan teknologi segel pengaman hologram khusus di kemasan untuk menjamin pelanggan akan keaslian produk yang dibeli. Di kemasan produk juga ada QR Code yang terhubung dengan Shell Anti Counterfeit System yang akan langsung memastikan produk pelumas tersebut asli. 

"Masih banyak konsumen yang menyerahkan  urusan penggantian pelumas kepada mekanik. Kami sarankan agar konsumen memastikan produk yang dibeli dan digunakan untuk kendaraannya adalah asli. Produk pelumas Shell dapat diperoleh di distributor resmi, SPBU Shell, bengkel-bengkel dan toko-toko retail yang terpercaya, " jelas Edward. 

Shell Lubricants Techical Advisor Indonesia Shofwatuzzaki (Zaki) menambahkan, penggunaan pelumas asli sangat penting diperhatikan. Sebab, pelumas palsu dapat mengakibatkan kerusakan mesin kendaraan untuk jangka pendek dan jangka panjang.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement