Kamis 13 Jul 2017 22:13 WIB

Dekopin: BULo Jadi Percontohan Nasional

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid (tengah), menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/2).
Foto: Antara/Ismar Patrizki
Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid (tengah), menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/2).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR – Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) akan menjadikan program Badan Usaha Lorong (BULo) sebagai percontohan produk koperasi baru di Indonesia. Hal ini diungkapkan Ketua Dekopin Pusat, Nurdin Halid usai menggelar Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70 di Lapangan Karebosi, yang dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), kemarin.

“Dekopin akan jadikan model di seluruh Indonesia,” kata Nurdin Halid dalam rilisnya, Kamis (14/7).

Menurut dia, program BULo yang digagas oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto merupakan usaha kebersamaan yang sangat luar biasa manfaatnya bagi masyarakat. Apalagi, jika bunga kredit usaha rakyat (KUR) yang disampaikan Jokowi diperjuangkan turun hingga 7 persen di tahun 2018 mendatang.

“Ini BULo adalah usaha rakyat yang sangat luar biasa. Nanti kita agunkan dengan KUR. Dengan KUR 7 persen maka BULo akan semakin berkembang,” sebut Nurdin.

Untuk itu, sebagai wadah pengembangan BULo, Dekopin berencana akan membentuk Rumah Koperasi se-Sulsel dan utamanya di Makassar. Rumah koperasi ini salah satunya yang akan mewadahi BULo. Kata Nurdin nantinya menjadi wadah pemasaran hasil produksi masyarakat di lorong-lorong.

”Nanti ada wadah, kita siapkan pendamping untuk mendampingi mereka dalam menciptakan wadah pemasaran sehingga kalau produksi sudah ada pikirkan,” terangnya.

Lebih lanjut, keberadaan BULo saat ini diakui tidak begitu membutuhkan kredit karena pengembangan hanya membutuhkan semangat kegotongroyongan masyarakat. “Ini usaha hanya menaman cabai dan sayur mayor. Tapi hasilnya itu sangat luar biasa untuk masyarakat, baik untuk meningkatkan pendapatan atau lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan,” tambah Nurdin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement