Rabu 18 Feb 2026 21:28 WIB

Lelang Lukisan ‘Kuda Api’ SBY Tembus Rp 6,5 Miliar

Dana lelang disebut tanpa potongan dan untuk masyarakat prasejahtera.

Rep: Muhammad noor alfian choir/ Red: Gita Amanda
Lukisan karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) laku terjual Rp 6,5 miliar dalam acara lelang yang digelar dalam rangka perayaan Imlek Partai Demokrat, di Djakarta Theater, Rabu (18/2/2026). Lukisan tersebut dilelang dan hasilnya akan untuk kegiatan kemanusiaan.
Foto: Muhammad Noor Alfian Choir/Republika
Lukisan karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) laku terjual Rp 6,5 miliar dalam acara lelang yang digelar dalam rangka perayaan Imlek Partai Demokrat, di Djakarta Theater, Rabu (18/2/2026). Lukisan tersebut dilelang dan hasilnya akan untuk kegiatan kemanusiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lukisan karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) laku terjual Rp 6,5 miliar dalam acara lelang yang digelar pada perayaan Imlek Partai Demokrat di Djakarta Theater, Rabu (18/2/2026). Seluruh hasil lelang tersebut akan disalurkan untuk kegiatan kemanusiaan.

Pemimpin lelang yang juga kader Partai Demokrat, Ossy Dermawan, mengatakan panitia menunjuk dirinya memimpin proses lelang karena dinilai memahami seni lukis dan dinamika seni internasional. Ia mengaku pernah mengikuti program singkat di Christie’s Education, New York, pada September 2024.

Baca Juga

Ia menjelaskan lukisan yang dilelang berukuran 130 cm x 80 cm dan merupakan edisi khusus perayaan Imlek tahun ini dengan shio kuda api. Ossy menyebut lukisan tersebut istimewa karena SBY sangat jarang melepas karyanya, meski telah menghasilkan ratusan lukisan sejak mulai melukis pada 2021.

“Banyak sahabat beliau datang ke Cikeas. Ratusan lukisan telah beliau hasilkan. Banyak yang meminta bahkan menawar dengan harga tinggi, tetapi Bapak SBY sangat jarang melepas lukisan tersebut,” kata Ossy.

Dari ratusan karya tersebut, sebagian besar bertema lanskap. Sementara lukisan bertema hewan tergolong jarang. Karena itu, lukisan bertajuk “Kuat dan Energik Laksana Kuda Api” dinilai memiliki nilai tersendiri.

Proses lelang dibuka dengan harga Rp 200 juta. Penawaran kemudian terus meningkat menjadi Rp 300 juta, Rp 500 juta, Rp 700 juta, hingga menembus Rp 1 miliar. Harga terus melonjak ke Rp 2 miliar, Rp 3 miliar, Rp 3,8 miliar, Rp 4,8 miliar, Rp 5 miliar, Rp 5,5 miliar, Rp 6 miliar, dan akhirnya ditutup pada angka Rp 6,5 miliar.

Lukisan tersebut dimenangkan oleh peserta bernama Dato Lo. Ossy menegaskan tidak ada potongan apa pun dalam hasil lelang tersebut dan seluruh dana akan disalurkan untuk bantuan kemanusiaan.

“Dana ini akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan bagi masyarakat prasejahtera, utamanya kaum Tionghoa,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, SBY menjelaskan makna lukisan ‘kuda api’ tersebut. Ia berharap Partai Demokrat memiliki semangat, determinasi, kekuatan, dan tujuan untuk kebaikan bangsa.

“Keluarga besar Partai Demokrat, my hope and my prayer, Partai Demokrat laksana kuda api ini. Punya semangat, punya determinasi, punya kekuatan, punya tujuan. Tujuannya untuk kebaikan negeri Indonesia,” kata SBY.

Menurut dia, kuda api melambangkan tekad, energi, dan kekuatan untuk mencapai tujuan baik. Namun, ia sengaja menempatkan kuda api dalam suasana yang tenang dan damai.

“Dalam lukisan ini, saya meletakkan kuda api dalam suasana yang teduh dan peaceful. Maka warna biru di sini melambangkan kedamaian,” ujarnya.

SBY menyebut warna biru juga identik dengan perdamaian, seperti warna Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kuda api, kata dia, melambangkan energi dan kekuatan yang berjalan dalam ketenangan.

Ia berharap perjalanan Partai Demokrat dan perjalanan bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 berlangsung dalam suasana damai dan penuh keteduhan. “Insya Allah perjalanan Partai Demokrat dan bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 dalam keteduhan dan kedamaian,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement