REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peritel furnitur yang juga mengelola salah satu jaringan restoran terbesar di dunia, IKEA akan mengurangi limbah sisa makanan sehari-hari. Hal ini bertujuan untuk menghemat pengeluaran dan upaya menjaga lingkungan.
Juru Bicara IKEA Food Services Ylva Magnusson mengatakan, mereka mendapatkan tekanan untuk mengurangi limbah makanan di hampir 400 toko di Swedia yang memiliki total pengunjung restoran sekitar 650 juta pada tahun lalu. Diketahui, IKEA menghasilkan sekitar 43 ribu ton makanan setiap tahunnya.
Pada Desember tahun lalu, IKEA meluncurkan skema di 84 restorannya untuk mengukur jumlah makanan yang dibuang per pekan. Skema tersebut mengurangi 79 ton makanan yang terbuang.
"Berdasarkan harga rata-rata makanan sekitar 5 euro, kami dapat menyelamatkan 880 ribu euro tidak terbuang di tempat sampah," ujar Magnusson dilansir Reuters, Selasa (20/6).
Magnusson mengatakan, skema tersebut akan diaplikasikan di seluruh jaringan restoran IKEA. Pertumbuhan omset IKEA Food Service pada tahun fiskal sampai Agustus 2016 mencapai 1,9 miliar euro.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat, limbah makanan dapat menyumbang kerugian ekonomi sebesar 940 miliar dolar AS dan emisi gas rumah kaca sebesar 8 persen per tahun. Dalam Sustainable Development Goals, PBB meminta agar semua negara dapat mengurangi separuh limbah makanan sampai 2030.