Jumat 16 Jun 2017 23:58 WIB

Proyek Pembangkit Listrik di Percut Sei Segera Berjalan

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menghadiri penandatanganan MoU Proyek pembangunan pembangkit listrik 300MW di Percut Sei, Sumatera Utara
Foto: ist
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menghadiri penandatanganan MoU Proyek pembangunan pembangkit listrik 300MW di Percut Sei, Sumatera Utara

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Proyek pembangunan pembangkit listrik 300MW di Percut Sei, Sumatera Utara, akan segera berjalan menyusul penandatanganan kerja sama strategis antara China Energy Engineering Group Guangding Electric Power Design Institute Co Ltd (GEDI) dan Best and Grow Indonesia.

Penandatanganan dilakukan pada Kamis (16/6) kemarin di Beijing, yang menjadi bagian dari program penunjang kemaritiman global di Indonesia. Kerja sama ini juga merupakan bagian dari pemaparan Indonesia Global Maritime Fulcrum: A Proposal for Belt & Road Initiative yang digagas oleh Indonesia dan Cina.

Dalam penandatangan kerja sama ini Indonesia diwakili Komisaris Best & Grow Investment Group, Ishak Charlie, dengan Vice President GEDI, Chen Lan dan disaksikan oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat terkait, termasuk Ketua BKPM, Thomas Lembong. Selain itu hadir pula Corporate Secretary Best & Grow Investment Group Paramitha Ersan.

“Semoga pertemuan hari ini bisa memberikan dampak bagi kita di masa depan. Kita ingin melihat kerja sama Tiongkok (China) dan Indonesia itu menjadi kekuatan baru di perokonomian dunia,” ujar Luhut dalam sambutannya, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (17/6).

Kerjasama ini tentunya menindaklanjuti MoU (Memorandum of understanding) yang sudah dibuat bulan lalu, antara Indonesia dengan pihak investor dari Cina.

Perjanjian kerja sama ini mencakup dua tahap. Pertama, Energy China GPEC yang melakukan Studi Kelayakan untuk memastikan bahan bakar yang paling efisien untuk pabrik. Mereka juga harus menentukan desain yang paling efisien.

Kedua, mencakup penutupan keuangan proyek dimana kedua belah pihak akan menjamin pembiayaan proyek. Total investasi untuk tahap kedua diperkirakan lebih dari 350 juta dolar AS (sekitar 4,65 triliun rupiah).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement