Jumat 26 Jun 2026 11:17 WIB

Teknologi PLTU Makin Canggih, PLN Perkuat Kompetensi Operator

Penguatan kompetensi SDM diharapkan turut meningkatkan keandalan pembangkit.

Kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas operator PLTU berteknologi ultra super critical yang digelar PLN.
Foto: Ist
Kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas operator PLTU berteknologi ultra super critical yang digelar PLN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional melalui pelatihan operator pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berteknologi Ultra Super Critical (USC). Langkah ini dilakukan seiring berkembangnya teknologi pembangkit yang membutuhkan operator dengan kemampuan lebih spesifik.

Workshop Pengoperasian PLTU Batubara Tipe Ultra Super Critical (USC) diselenggarakan oleh PLN Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PLN Pusdiklat) melalui PLN UPDL Suralaya pada 10-12 Juni 2026 di PLTU Jawa 7, Serang, Banten.

Baca Juga

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan kompetensi operator agar mampu mengoperasikan pembangkit berteknologi tinggi secara aman, efisien, dan andal.

General Manager PLN Pusdiklat Y Endah Cahyaningrum mengatakan pembelajaran berbasis simulator menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat kompetensi operator pembangkit.

"PLN Pusdiklat terus mendorong pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik melalui simulasi yang mendekati kondisi aktual. Dengan pemanfaatan simulator, peserta dapat memahami proses operasi, melatih respons terhadap berbagai skenario, serta memperkuat disiplin operasi dan budaya keselamatan kerja," ujar Endah dalam siaran pers, Jumat (26/7/2026).

Workshop membekali peserta dengan pemahaman mengenai karakteristik once-through boiler, siklus uap USC, filosofi kontrol, parameter kritis operasi, hingga pengendalian sistem boiler, turbin, generator, dan Balance of Plant.

Selain materi teori, peserta juga mengikuti praktik menggunakan Operator Training Simulator (OTS) untuk mensimulasikan berbagai kondisi operasi pembangkit, mulai dari start-up, load raising, operasi normal, penanganan gangguan dasar, hingga proses shutdown sesuai prosedur keselamatan.

Endah mengatakan, pembelajaran berbasis simulator memungkinkan peserta memperoleh pengalaman yang lebih komprehensif tanpa mengganggu operasi pembangkit. Pendekatan tersebut juga meningkatkan kesiapan operator dalam menghadapi berbagai skenario operasional di lapangan.

Pelaksanaan workshop di PLTU Jawa 7 juga memberikan pengalaman belajar langsung di lingkungan pembangkit berteknologi Ultra Super Critical sehingga peserta dapat memahami sistem operasi pembangkit modern secara lebih mendalam.

Melalui pelatihan tersebut, PLN berharap lahir operator yang memahami prinsip dasar teknologi USC, mampu menerapkan prosedur operasi secara tepat, serta menjunjung tinggi budaya keselamatan kerja.

Penguatan kompetensi SDM diharapkan turut meningkatkan keandalan pembangkit sekaligus mendukung ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan listrik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement