Senin 15 May 2017 12:57 WIB

Bank Mandiri Klarifikasi Kabar Serangan Ransomware

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nur Aini
Serangan siber yang diakibatkan oleh ransomware.
Foto: bbc
Serangan siber yang diakibatkan oleh ransomware.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sistem informasi dan teknologi (IT) PT Bank Mandiri Tbk dikabarkan terserang malware ransomware WannaCry pada Senin pagi (15/5), sehingga menyebabkan sistem informasi di beberapa cabangnya lumpuh. Menanggapi hal itu, perseroan menyatakan informasi tersebut tidak benar.

"Itu hoax (berita bohong)," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, saat dihubungi Republika.co.id, Senin (15/5). Ia mengatakan, sistem IT Bank Mandiri saat ini aman dari malware apa pun, dana nasabah juga dipastikan aman terjaga.

Meski begitu, bank berpelat merah ini tetap melakukan tindakan demi mengantisipasi adanya ransomware WannaCry. "Pertama, team command center dan security kami terus monitor. Kami juga gunakan beberapa consultant security untuk membantu memantau gerakan malware dan attacker di tools monitor kami," kata Rohan.

Langkah kedua, perseroan pun mengirimkan pesan ke para pegawai terkait antisipasi agar lebih berhati-hati. "Ketiga, kami juga membuat posko untuk mengkoordinasi semua tindakan anticipating dan jika ada laporan atau insiden," tuturnya.

Rohan menegaskan, sampai saat ini semua sistem di kantor Bank Mandiri baik cabang maupun regional berjalan normal. Bahkan, perusahaan mengimbau agar para pegawainya tidak panik dan terus melakukan back up data-data penting yang ada di komputer.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement