REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Henkel, pemimpin pasar Teknologi Adhesif (perekat) dan produk Beauty & Laundry Home Care (perawatan kecantikan, rambut, dan detergen), telah menunjuk Lucky Lee sebagai Presiden Direktur Henkel Indonesia menggantikan Allan Yong. Lucky Lee mulai bertugas memimpin bisnis Henkel di Indonesia mulai 1 Maret 2017 ini yang membawahi dua pabrik perekat di Pasuruan dan Tangerang serta satu kantor pusat di Jakarta.
"Saya merasa terhormat diberi kesempatan untuk memimpin tim yang kuat di Indonesia guna mewujudkan masa depan kami di 2020 dan seterusnya," kata Lucky Lee yang sekaligus menjabat sebagai Head of Adhesive Technologies Indonesia, dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (2/5).
Lucky memiliki pengalaman lebih dari 21 tahun di industri adhesif, pernah menduduki sejumlah posisi puncak di bidang penjualan, pemasaran, pengembangan dan transformasi bisnis. Pada 2010 hingga 2016, Lucky menjabat sebagai Head of Asia Pacific for Paper Solutions, Furniture and Building Components dalam unit bisnis Adhesive Technologies di kantor pusat Henkel Asia-Pasifik di Shanghai, Cina.
Sebelumnya, Lucky pernah menjabat sebagai Head of Industrial Adhesive di Indonesia. Alumnus Bisnis Administrasi Universitas Tarumanegara itu juga memainkan peran penting dalam akuisisi Henkel terhadap produsen perekat National Starch and Chemical di Indonesia pada 2008.
Henkel mengembangkan produk perekat industri yang dipakai untuk alas kaki sampai pesawat terbang, termasuk untuk bus yang diproduksi di Indonesia. Indonesia telah menjadi pasar berkembang yang strategis bagi Henkel sejak 1974. Dua smart factory Henkel di Pasuruan dan Tangerang melayani pelanggan industri di Jawa Timur dan Jawa Barat, serta wilayah sekitarnya.
"Kami terus memperkuat pengembangan produk dan kemampuan pelayanan teknis kami. Selain itu, karyawan adalah faktor sukses yang utama, dan kami akan fokus mengembangkan pemimpin andal di semua level di perusahaan sekaligus mempromosikan budaya kewirausahaan. Semua ini akan membantu kami dalam memberikan inovasi yang membantu pelanggan menjadi lebih kompetitif, baik di pasar lokal maupun global," kata Lucky Lee.
Berdasarkan laporan keuangan 2016, Henkel yang diperkuat 50.000 karyawan mencatat penjualan global 18,7 miliar euro dan 40 persennya disumbang dari penjualan pasar berkembang. Kawasan Asia Pasifik menyumbang 20 persen penjualan global atau separuh dari kontribusi penjualan pasar berkembang Henkel. Unit bisnis Adhesive Technologies sebagai andalan utama menyumbang penjualan sekitar 9 miliar euro dengan pertumbuhan penjualan organik 2,8 persen.