Jumat 28 Apr 2017 01:14 WIB

Jokowi Dorong BUMN Buat Hunian Murah untuk MBR

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Dwi Murdaningsih
Pekerja menyelesaikan pembuatan rumah subsidi pemerintah program Sejuta Rumah Murah di Desa Sambirejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (22/6).
Foto: Antara/Prasetia Fauzani
Pekerja menyelesaikan pembuatan rumah subsidi pemerintah program Sejuta Rumah Murah di Desa Sambirejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (22/6).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) merasa terpincut dengan tipe rusunami yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Tangerang Selatan. Ia pun menginginkan rusunami dengan uang muka atau down payment (DP) satu persen ini segera diselesaikan dan dipasarkan secara tepat sasaran.

"Tadi saya lihat tipenya bagus sekali, kalau seperti contohnya saya juga mau," ujar Jokowi di depan para tamu undangan peletakkan batu pertama rusunawa khusus MBR di Loft Villes, Jalan Raya Bukit Serua, Kota Tangerang Selatan, Kamis (27/4).

6.000 unit rusunami khusus MBR ini nantinya akan dibagi ke dalam sembilan tower apartemen. Luas per unitnya sebesar 30 meter persegi terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga.

"Harganya sekitar Rp 293 juta. DP hanya satu persen jadi Rp 2,9 juta. Saya kira para pekerja mampu. Mampu ndak?" kata Jokowi kepada para tamu yang kebanyakan merupakan buruh dan pekerja.

Jokowi merasa para tamu itu kurang yakin dengan kemampuannya karena suara yang menjawab kurang terdengar. Namun, setelah ditanya Jokowi dua kali, mereka menjawabnya dengan lantang.

"Mampu!" ujar para tamu tersebut.

Jika buruh merasa mampu untuk memiliki rusunami, lanjut Jokowi, dirinya akan terus mendorong BUMN untuk membangun rusunami seperti ini lagi.

"Nah, yakin mampu gitu loh. Kalau yakin mampu akan saya akan dorong terus agar BUMN baik BPJS ketenagakerjaan, PP untuk bangun ini," kata dia.

Rumah Murah untuk Pekerja Dinilai Sangat Dibutuhkan

Ke depannya, ia akan melihat apakah rusunawa itu layak huni dan layak untuk dijadikan tempat tinggal. Jokowi pun meminta pembangunannya sesegera mungkin diselesaikan.

"Saya minta sesegera mungkin diselesaikan," kata dia.

Jokowi pun meminta agar rusunawa khusus MBR ini jangan sampai dibeli oleh yang bukan MBR. Ia khawatir dengan DP yang murah dan cicilan sebesar Rp 1,2 juta akan dimanfaatkan oleh pihak di luar MBR.

"Kita kerjasama dengan para pimpinan serikat kerja buruh karena ini murah, DP-nya kecil. Kita ingin nanti kalau sudah jadi, yang memiliki rusunawa ini memang pekerja dan buruh," kata Jokowi.

Hunian terjangkau dan layak huni seperti di Kota Tangerang Selatan ini nantinya juga akan dibangun di Depok. Sekitar sepekan atau dua pekan lagi, Jokowi berencana akan meresmikannya.

"Saya juga akan resmikan di Depok. Tapi, di sana bentuknya rumah tapak sebanyak 2.000 unit. Harganya Rp 112 juta, tipe 21 dan ini lebih murah," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement