Kamis 27 Apr 2017 10:03 WIB

Japnas Jabar Bantu Pengusaha Sertifikasi Halal

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
 Jaringan Pengusaha Nasional (Ilustrasi)
Jaringan Pengusaha Nasional (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jabar akan menjembatani kebutuhan para pengusaha di Tanah Air, khususnya Provinsi Jawa barat. Yakni, baik dalam hal kemudahan akses perizinan usaha, merk,  sertifikasi halal, PIRT, SNI dan lainnya.

"Selama ini para pelaku usaha banyak yang terkendala dengan masalah perizinan dan pembiayaan. Kami akan berusaha agar hal itu lebih dipermudah," ujar Ketua Japnas Wilayah Jawa Barat Iwan Gunawan, kepada wartawan, Rabu (26/4).

Begitu juga, kata dia, dari sektor pertanian dan peternakan. Japnas pun berkomitment untuk mendorong sektor tersebut. Apalagi, potensi sektor pertanian dan peternakan di Jawa Barat cukup besar.

Potensi disektor perkebunan, kata dia, seperti cengkeh, karet, kakau, kapulaga, sereh, gula aren, dan lainnya sangat besar. Disektor peternakan pun, para peternak domba sapi dan unggas termasuk disektor holtikutura sayuran sangat besar sebenarnya sangat besar.

"Jadi, kami akan ikut mendorong sektor perkebunan dan peternakan ini," katanya. Japnas pun berkomitment untuk mendorong potensi potensi ekonomi yang ada di Jawa Barat dan Tanah Air. Agar, para pelaku usaha dalam negeri pun memiliki daya saing yang kuat.

Menurut Iwan, beberapa upaya lainnya yang akan dilakukan Japnas untuk mendorong peningkatan para pelaku usaha, di antaranya dengan meningkatkan jejaring pelaku usaha di jabar baik jejaring secara horizontal (antara para pelaku usaha dengan produk sejenis maupun berbeda). Termasuk, juga penguatan jejaring secara vertikal. Dimana, pelaku usaha melakukan jejaring dengan pemerintah, lembaga keuangan dan lainnya.

Termasuk juga, kata dia, melakukan jejaring secara lateral. Dalam hal ini, pelaku usaha perlu melakukan jejaring dari mulai hulu sampai hilir. Sehingga, mereka bisa mendapatkan akses bahan baku dari sumber produksi dan hilirnya untuk sumber pemasaran.

Tidak hanya itu saja, Japnas pun akan mendorong kemudahan bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan berbagai akses, baik itu akses kelembagaan usaha, akses terhadap pemasaran, akses penguatan SDM, penguatan akses tekhnologi, dan akses terhadap pembiayaan.

Japnas pun, kata dia, mendorong terjadinya kemitraan antara pelaku usaha, baik itu antara pengusaha besar, pengusaha menengah maupun pengusaha mikro. "Diharapkan melalui japnas akan terbentuk simpul simpul jejaring pengusaha di kabupaten kota, provinsi baik di jabar, Nasional maupun luar negeri, " katanya.

Menurutnya, Japnas akan menjadi instrumen dalam memimalisasi ketimpangan ekonomi. Terutama ketimpangan dan komunikasi antara pengusaha besar, menengah dan mikro. "Japnas akan meminimalkan ketimpangan itu baik secara makro maupun mikro," katanya.

Untuk pengembangan Japnas di Jabar, kata dia, pihaknya akan memperkuat dengan membentuk kelembagaan borganisasi dan membentuk cabang japnas di 27 kabupaten/kota. Saat ini sudah ada beberapa yang siap, Japanas akan melakukan proses penjaringan terhadap calon calon ketua Japnas di daerah.

"Kehadiran Japnas harus seperti oase di tengah gurun pasir yang tandus, sehingga keberadaanya tidak hanya terdengar tapi betul betul dapat dirasakan para pelaku usaha di jawa barat," katanya.

Japanas pun, berencana menggelar acara pengukuhan dan pelantikan pengurus Japnas Wilayah Jawa Barat periode 2017-2022. Rencananya acara tersebut akan digelar di Hotel Savoy Homan pada Kamis (27/4) mendatang.

Acara tersebut rencananya akan dihadiri oleh Ketua Umum Japnas Pusat H.Bayu Priawan Djokosoetono, Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal Sutisno dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement