Kamis 13 Apr 2017 16:42 WIB

Gubernur BI Sebut Perbankan Rugi Saat Jonan Jadi Dirut KAI

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo.
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo berbeda pendapat dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Hal itu berkaitan dengan penyaluran subsidi nontunai gas elpiji kemasan tabung tiga kilogram (kg).

Rencananya subsidi tersebut akan dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau kartu lainnya. Perbankan yang terdiri dari Himpunan Bank Negara (Himbara) nantinya akan mulai mengelola penyaluran subsidi elpiji itu pada 2018.

Jonan pun mengimbau, agar bank tidak mengambil iuran tambahan dari program tersebut. "Teman-teman Perbankan jangan ada bank charge ya. Justru seharusnya perbankan bayar ke pemerintah bagi dua," ujarnya dengan nada bercanda di Gedung Bank Indonesia (BI), Kamis, (13/4).

Mendengar candaan Jonan, Agus pun menanggapi santai dan menyatakan perbankan tidak perlu khawatir. "Pak Menteri terimakasih arahannya, tapi perbankan sudah akan dijaga punya margin tapi tidak boleh mengambil margin berlebihan," ujarnya.

Sambil tertawa kecil Agus juga menambahkan, perbankaan sempat rugi saat Jonan menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI). "Karena (keuntungannya) disedot oleh PT Kereta Api," katanya.

Jonan pun tertawa mendengar candaan Agus. Pada kesempatan tersebut, BI menegaskan sebagai lembaga independen akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement