Kamis 06 Apr 2017 15:27 WIB

Menkop UKM Dorong Pengusaha Pemula Gabung Koperasi

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nidia Zuraya
Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga.
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mendorong para pengusaha pemula bergabung dalam koperasi. Ia mengatakan, koperasi dapat menjadi sarana yang membantu mereka mengembangkan usahanya.

Misalnya, Puspayoga mencontohkan, jika ada pengusaha pemula yang membutuhkan bahan baku, koperasi yang akan menyiapkannya. "Koperasi juga yang akan membantu memasarkan produk pengusaha," ujarnya, saat menghadiri acara Temu Usaha Wirausaha Pemula di Jakarta, Kamis (6/4).

Acara tersebut dihadiri oleh 100 wirausaha pemula dari 15 provinsi dan 70 Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB).

Dalam kesempatan itu, Puspayoga juga sekaligus mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk membantu meningkatkan produksi pengusaha, seperti program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor-Industri Kecil Menengah (KITE-IKM) yang merupakan hasil sinergi antara Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.

Melalui fasilitas KITE-IKM, pemerintah memberi kemudahan pada pengusaha untuk menggunakan komoditas impor yang dibutuhkan sebagai bahan baku pembuatan produk-produk berorientasi ekspor. Dengan adanya fasilitas itu, pelaku usaha berpeluang mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena dapat memotong biaya produksi.

"Kalau biaya impornya gratis, sudah pasti biaya produksinya jadi berkurang," kata Puspayoga.

Selain itu, ia juga mendorong pengusaha memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Saat ini, pengusaha bisa mendapatkan fasilitas pembiayaan dengan bunga rendah sembilan persen.

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Braman Setyo menjelaskan, program wirausaha pemula telah digulirkan sejak 2011 dan berhasil menumbuhkan pengusaha-pengusaha baru. Ia menyebut ada sekitar 2.000 wirausaha pemula yang dibina dan dievaluasi Kementerian Koperasi dan UMKM.

Sejak pertama kali digulirkan enam tahun lalu, Braman menyebut terjadi peningkatan aset pengusaha sebanyak 40 persen Rp 21 miliar menjadi Rp 40 miliar. "Artinya program WP memang sangat strategis dalam mengembangkan wirausaha di Indonesia."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement