Rabu 05 Apr 2017 04:18 WIB

Chairul Tanjung Beberkan Cara Menghadapi Revolusi Industri Keempat

Chairul Tanjung menghadiri diskusi bertema Menuju Ketangguhan Ekonomi, di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (4/4).
Foto: Republika/Eko Supriyadi
Chairul Tanjung menghadiri diskusi bertema Menuju Ketangguhan Ekonomi, di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (4/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengusaha Chairul Tanjung mengungkapkan, dunia kini tengah menghadapi revolusi industri keempat. Ia mencontohkan, lima tahun lalu tidak ada yang menyangka perusahaan taksi terbesar di dunia tidak punya taksi satu pun.

Bukan hanya itu, tidak ada satu pun yang menyangka perusahaan retail terbesar di dunia, ternyata tidak punya toko satu pun, seperti Amazon dan Alibaba. Begitu juga ada sebuah perusahaan hotel terbesar di dunia tapi tidak memiliki hotel satu pun.

''Kita memghadapi perubahan yang luar biasa yang tidak pernah diantisipasi. Ini perubahan yang tidak pernah disangka,'' kata Chairul Tanjung, dalam diskusi bertema Menuju Ketangguhan Ekonomi, di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (4/4).

Menurut pria yang akrab disapa CT tersebut, perubahan seperti ini akan terus berlangsung dengan cepat, karena masuk revolusi industri keempat. Artinya, teknologi telah mengambil alih fungsi manusia.

Saat ini, kata dia, ada mobil yang tengah diuji untuk bisa berjalan tanpa sopir. Pesawat pun juga sedang diuji untuk diterbangkan tanpa pilot. Hingga akhirnya, fungsi manusia akan semakin digantikan oleh robot. ''Kita akan menghadapi era seperti itu, kalau tidak melakukan perubahan, kesenjangan akan semakin lebar karena proses revolusi yang terjadi ini,'' kata CT.

Untuk bisa mengatasi permasalahan ini, CT membeberkan kunci untuk bukan sekadar bertahan, tapi juga untuk berkembang. Ia mengatakan, harus ada sebuah perubahan luar biasa. Selama ini, pengembangan sumber daya manusia (SDM) hanya mengedepankan efisiensi dan produktivitas.

Kalau hanya efisien dan produktif, hal tersebut hanya membuat masyarakat bertahan dalam perkembangan ekonomi. Maka, lanjut CT, diperlukan SDM yang kreatif, inovatif dan entrepreneurship. ''Itulah yang bisa mengalahkan robot, komputer dan teknologi, karena mampu menciptakan otomasi dan robot itu sendiri,'' ujar dia.

CT mencotohkan, tiga hal itulah yang kemudian membuat seorang Mark Zuckerberg mampu mengakumulasi kekayaan yang besar dalam usia muda. Sebab, dalam revolusi industri keempat, kapasitas permodal, akses teknologi, dan semua hal akan terakumulasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement