Kamis 23 Mar 2017 22:08 WIB

BKPM Fokuskan Sektor Paiwisata untuk Investasi di Indonesia Timur

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Hazliansyah
Sunset di perairan Flores tampak dari Pelabuhan Komodo, Labuan Bajo, NTT.
Foto: republika/ yogi ardhi
Sunset di perairan Flores tampak dari Pelabuhan Komodo, Labuan Bajo, NTT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah giat mendorong pertumbuhan investasi di wilayah Indonesia Timur.

Deputi bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Tamba Hutapea, mengatakan pariwisata menjadi salah satu sektor yang akan difokuskan untuk dimasuki investor di wilayah tersebut.

"Kalau melihat potensi kawasannya, tentu sektor pariwisata yang harus diprioritaskan," ujarnya, saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (23/3).

Selain pariwisata, sambung Tamba, sektor lain yang juga didorong untuk pengembangan investasi di Indonesia timur yakni industri kelautan dan industri hilirisasi mineral.

Namun begitu, ia belum mau mengungkap berapa nilai komitmen investasi di wilayah Indonesia timur yang sudah terealisasi di tiga bulan pertama 2017.

"Kita masih berikan waktu pada investor untuk melaporkan investasi kwartal satu mereka sampai akhir Maret ini," kata dia.

BKPM mencatat, realisasi investasi dari Indonesia Timur yang masuk dalam kategori wilayah IV pada tahun 2016 mencapai Rp 119,3 triliun. Sedikit di atas target yang ditetapkan sebesar Rp 119 triliun.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis berharap realisasi investasi dari wilayah IV bisa kembali meningkat di atas target pada tahun ini. Dengan begitu, investasi dari wilayah Indonesia timur diharapkan dapat mempercepat pencapaian target realisasi investasi 2017 yang telah ditetapkan sebesar Rp 678,8 triliun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement