Kamis 23 Mar 2017 17:21 WIB

Pemprov Jabar Usulkan Bank Tanah untuk Rumah MBR

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Nidia Zuraya
Rumah Murah (ilustasi)
Foto: Republika/Wihdan
Rumah Murah (ilustasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), seringkali terkendala mahalnya lahan. Oleh karena itu, Pemprov Jabar mengusulkan dibentuk bank tanah. 

Menurut Sekda Provinsi Jabar, Iwa Karniwa, lahan mahal selalu jadi kendala saat membangun rumah MBR. Karena, harga rumah MBR per unitnya harus Rp 132 juta. 

Kalau lahannya mahal, kata Iwa, tak akan menutupi biaya pembangunan rumah tersebut. Salah satu solusinya, sambung dia, harus dibentuk bank tanah.

"Kalau ada bank tanah, nantinya dibeli oleh pemerintah lalu ditetapkan sesuai tata ruang dan dibicarakan dengan Asoiasi untuk membangun di lokasi tersebut," ujar Iwa kepada wartawan di acara Diskusi Panel dengan Tema Implementasi PP No 64 Tahun 2016 terhdap Percepatan Program Sejuta Rumah, Kamis (23/3).

Menurut Iwa, kalau ada bank tanah maka kenaikannya tak akan mencapai 100 atau 200 persen. Dengan cara ini, harga tanah akan bisa terkendali dan masih bisa terkejar untuk harga rumah MBR.

Untuk membeli tanah yang akan jadi aset Bank tanah, kata dia, bisa dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah atau BUMD. Harga tanah, nantinya kalau pun ada kenaikan bisa diatur. 

"Dan pengembang masih bisa ada spare keuntungan. Itu solusi untuk percepatan," katanya.

Khusus untuk Kota Bandung, kata dia, pembangunan rumah MBR ini akan sulit karena harga tanahnya sudah sangat mahal. Solusinya, paling membangun rumah secara vertikal. Jadi seperti rusun (rumah susun). 

"Ya kalau mau rumah biasa, sulit lahan yang murah sudah tak ada di Bandung," katanya.

Menurut Iwa, pada 2016 lalu, rumah MBR yang dibangun di Jabar 84 ribu unit. Capaian ini, terbesar di Indonesia. Karena, Jabar berhasil bekerja sama dalam menyelesaikan masalah lahan.

"Kami mencoba bertahap untuk mencari lahan dengan kabupaten/kota di Jabar," katanya.

Dikatakan Iwa, beberapa tempat yang memungkinkan untuk bekerja sama terkait lahan rumah MBR ini, di antaranya Garut, Kabupaten Bandung,  Sumedang dan lain-lain.

"Masyarakat di Kota Bandung, kalau ingin rumah MBR di Bandung nyingcet (Bandung pinggiran,red)," katanya.

Iwa berharap, pembangunan rumah MBR di Jabar tahun ini, bisa sama dengan tahun lalu. Yakni sebanyak 84 ribu unit rumah. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement