Rabu 22 Mar 2017 17:04 WIB

Pemerintah Serap Dana Rp 7,87 Triliun dari Lelang Sukuk

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya
Sukuk
Sukuk

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah berhasil menyerap dana sebesar Rp 7,87 triliun dari lelang lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (21/3) dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 18,12 triliun. Adapun jumlah dana yang  diserap  tersebut berasal dari seri SPNS08092017, PBS013, PBS014, PBS011 dan PBS012.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Rabu (22/3), jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS08092017 mencapai Rp 2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,43 persen dan imbalan secara diskonto. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 8 September 2017 sebesar Rp 7,19 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 5,28 persen dan tertinggi 5,84 persen.

Jumlah dimenangkan untuk seri PBS013 sebesar Rp 2,70 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,99 persen dan tingkat imbalan 6,25 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Mei 2019 ini mencapai Rp 4,78 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,69 persen dan tertinggi 7,25 persen.

Lalu, jumlah dimenangkan untuk seri PBS014 sebesar Rp 1,56 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,16 persen dan tingkat imbalan 6,5 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Mei 2021 ini mencapai Rp 1,76 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,875 persen dan tertinggi 7,50 persen.

Untuk seri PBS011, jumlah dimenangkan mencapai Rp650 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,54 persen dan tingkat imbalan 8,75 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Agustus 2023 ini mencapai Rp 2,49 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,41 persen dan tertinggi 7,88 persen.

Untuk seri PBS012, jumlah dimenangkan mencapai Rp960 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,04 persen dan tingkat imbalan 8,75 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Nopember 2031 ini mencapai Rp1,898 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,97 persen dan tertinggi 8,41persen.

Selain itu, pemerintah telah melakukan penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan cara Private Placement dengan jumlah nominal sebesar Rp 2 Triliun. SBSN yang diterbitkan merupakan seri SDHI 2020E dengan sifat tidak dapat diperdagangkan (non-tradable).

Adapun pokok-pokok ketentuan dan persyaratan seri SBSN tersebut yakni imbalan tetap fixed 17,4 persen per tahun. Dengan akad Ijarah Al-Khadamat dan underlying asset merupakan jasa haji. 

Tanggal penerbitan yakni 21 Maret 2017 dan jatuh tempo pada 21 Maret 2020. Tanggal pembayaran imbalan dilakukan pada tanggal 21 setiap bulannya dengan pembayaran imbalan terakhir pada 21 Maret 2020.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement